Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Ilustrasi jalan tol. /Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, SLEMAN--Ring Road Utara bakal terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Lajur yang ada di jalan nasional itu kemungkinan bisa berubah.
Bangunan-bangunan yang berada di pinggir Jalan Ring Road Utara bakal terdampak saat proses pembangunan jalan tol Jogja-Solo.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Yogya-Solo dan Yogya-Bawen, Wijayanto mengatakan bangunan-bangunan yang terdampak akan dikembalikan fungsinya ketika proyek rampung.
"Bangunan seperti Polda DIY dan kampus-kampus pasti terdampak karena jaraknya 10 meter dari sisi jalur lambat. Tapi terdampaknya pada saat pelaksanaan (pembangunan). Nanti kalau sudah mulai jadi jalan tol dielevasi jadi di atas nanti akan dikembalikan ke fungsinya yang normal," kata Wijayanto seusai sosialisasi pengadaan tanah untuk jalan tol di Balai Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Sleman, Kamis (6/2/2020).
Pengembalian fungsi itu termasuk juga Ring Road di bawah jalan tol. Nantinya jalan Ring Road akan dipakai lagi. Namun, saat proses pembangunan untuk sementara Ring Road akan ditutup dan dibuatkan akses baru agar kendaraan bisa melintas.
"Bawahnya (jalan) juga dipakai lagi. Tapi (jalan) dipakai untuk pekerjaan fisik (tol) karena nanti harus ada pengeboran.
Pekerjaan di tengah itu kan nanti ada tiang-tiang dan itu mengganggu kanan kiri kalau tidak dibebaskan dulu, tiangnya dibikin dulu kalau sudah selesai dikembalikan lagi fungsinya (jalan)," jelasnya.
"Untuk menghindari kemacetan, dilebarkan sedikit, untuk jalan dulu. Mungkin jalur lambatnya kita hilangkan untuk kita pakai. Setelah jadi semua akan kita kembalikan fungsinya semua," lanjutnya.
Pihaknya juga belum bisa menentukan apakah nantinya setelah proses pembangunan tol Jogja-Solo selesai, Ring Road Utara tetap ada enam lajur atau tidak.
"Jalur lambat dihilangkan? Ya tergantung nanti. Kan atasnya sudah ada jalan tol bawahnya nanti sesuai perhitungan lalu lintasnya. Harus dibikin jalur cepat dan lambat atau dijadikan satu. Karena nanti dua-duanya (jalur) difungsikan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Detik.com
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Polres Temanggung menangkap dua terduga pelaku pengganjal ATM Bank Mandiri. Korban kehilangan Rp20 juta, satu pelaku diketahui residivis.
Timnas voli putri Indonesia U-18 kalah dramatis 2-3 dari Kazakhstan di AVC U-18 2026 dan gagal memperebutkan peringkat kelima.
Warga di Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengeluhkan rusaknya akses jalan tembus menuju Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari dan meminta dilakukan perbaikan ke pemkab.
NPD World Tour akan digelar di 12 lokasi pada 23–26 Juli 2025 dan disiarkan langsung selama 72 jam. NPD juga menyiapkan lagu baru usai tur.