HUT ke-81 RI, Pekerja Seni Budaya Pakem Dapat Perlindungan BPJamsostek
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah tokoh mulai bermunculan dalam bursa calon bupati pada Pilkada Sleman. Salah satunya Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) DIY Sugiyanto Harjo Semangun.
Kepada wartawan, Sugiyanto membenarkan ia akan maju dalam Pilkada Sleman yang digelar pada September mendatang. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik terkait dengan rencananya untuk ikut dalam kompetisi tersebut. Hanya sayangnya dia masih enggan menyebut parpol mana saja yang sudah ia ajak berkomunikasi.
Warga Dusun Pokoh, Banyurejo, Tempel ini mengaku keinginan untuk maju dalam bursa lebih didorong oleh sejumlah tokoh masyarakat. Sebagai putra daerah asli Sleman, ia terpanggil untuk ikut memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. "Sleman memiliki banyak sumber daya strategis dan potensi ekonomi lokal yang perlu ditingkatkan. Saya terdorong ikut Pilkada ini demi menyejahterakan warga Sleman," katanya, Kamis (6/2/2020).
Menurut Sugiyanto, banyak sektor penting yang harus dioptimalkan agar kondisi masyarakat Sleman saat ini jauh lebih baik. Selain sektor pendidikan dan kebudayaan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, potensi yang masih bisa dikembangkan adalah sektor pertanian dan peternakan berbasis agroindustri. "Selain itu, industri kerajinan rumah tangga dan UMKM masih juga perlu dioptimalkan," katanya.
Keinginannya untuk mengoptimalkan potensi yang ada di Sleman didasarkan pada Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) Sleman pada 2018. Meskipun pertumbuhan ekonomi Sleman cukup tinggi dibandingkan daerah lain yakni 5,35% namun masih di Sleman ketimpangan (indeks rasio gini) juga tergolong tinggi sebesar 0.41. Tingkat kemiskinan juga tinggi, sekitar 8,77%. "Tentu saja perlu pendekatan collaborative and dynamic governance dalam mengembangkan Sleman menjadi lebih mandiri dan sejahtera ke depan," katanya.
Bupati Sleman mendatang, katanya, wajib belajar mengelola perbedaan pendapat karena faksionalitas yang tidak mungkin terhindarkan. Termasuk memiliki kemampuan publik speaking yang baik dan jauh dari kepentingan pribadi dan kelompok. "Selain itu tentu harus menguasai tata negara, ilmu pemerintahan, keuangan negara, geo-politik, geo-ekonomi, dan geo-strategi, filsafat politik, sejarah, hukum, sosiologi, psikologi massa hingga agama dan kebudayaan," ujar kandidat doktor Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gadjah Mada (MDKIK UGM).
Terpisah Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan KPU baru menerima dua pasangan calon perseorangan yang menyerahkan mandat. Keduanya, masing-masing pasangan Wajiman dan Sindu Kurniawan dan juga pasangan Haris Nugroho dan Imam Heru Purnomo. "Kami baru menerima dua penyerahan surat mandat dari dua penghubung pasangan tersebut. Lainnya belum ada penambahan," katanya, Kamis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
Daftar promo September 9.9 2026, mulai diskon makanan, Traveloka, Lawson, Superindo hingga promo Bank BNI.
Polda Lampung memperkuat pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Rupiah ditutup Rp17.632 per dolar AS pada Selasa (8/9/2026). Simak proyeksi rupiah hari ini serta sentimen pasar dan The Fed.
Bareskrim Polri membongkar dua praktik live streaming bermuatan pornografi melalui TikTok dan Tevi dengan enam tersangka.