Tarif Naik, Puskesmas di Sleman Dikomplain Warga

Ilustrasi. - Antarafoto
08 Februari 2020 00:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Haranjogja.com, SLEMAN- Pasien yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sempat komplain saat mengetahui adanya kenaikan tarif layanan kesehatan di Puskesmas. Namun setelah mendapatkan penjelasan, sang pasien pun memahaminya.

"Iya, ada beberapa yang bertanya, komplain kemudian kami jelaskan. Akhirnya menerima penjelasannya. Saat diberlakukan kemarin memang yang datang tidak terlalu banyak, kalau sekarang sudah biasa lagi," ungkap dokter di Puskesmas Prambanan Omar Indroyono kepada wartawan, Jumat (7/2/2020).

Omar memahami komplain yang disampaikan warga/pasien dengan kondisi ekonomi Prambanan. Hanya saja sebelum kenaikan tarif layanan kesehatan itu diberlakukan per 6 Februari kemarin, Puskesmas sudah melakukan sosialisasi ke padukuhan.

"Bahkan kami sudah memberikan salinan Perbup [No.29.1/2019 tentang tarif layanan kesehatan] kepada dukuh. Apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah. Kami tinggal melaksanakan," katanya.

Dengan kenaikan tarif tersebut, lanjut Omar, Puskesmas akan berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan pelayanan tersebut juga menyesuaikan dengan fasilitas, sarana-prasarana, anggaran, dan kompetensi yang dimiliki.

"Warga tetap akan mendapatkan pelayanan terbaik sesuai standar kami. Sebab penyakit yang kami tangani [rawat jalan] tidak hanya batuk, pilek, tapi hampir semua kasus yang ditangani di rumah sakit juga masuk ke sini," kata Omar.