Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Aktivitas Puskesmas Gedongtengen, beberapa waktu lalu/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-- Puskesmas Gedongtengen, Kota Jogja menjadi salah saru pionir layanan kesehatan yang memperlakukan semua pasiennya dengan setara, termasuk Orang dengan HIV AIDS (ODHA). Sejak 2016 lalu, Puskesmas Gedongtengen menerapkan Pelayanan Ramah ODHA (Peradha).
Kepala Puskesmas Gedongtengen, Tri Kusumo Bawono, menjelaskan gagasan terbentuknya Peradha dilatarbelakangi oleh masih banyaknya diskriminasi yang dialami ODHA saat mengakses layanan kesehatan. "Stigma masih ada, seperti kalau orang Sarkem itu pasti HIV, sehingga tidak dilayani dengan baik, padahal tidak semua positif," ujarnya.
Ia melihat Puskesmas selama ini kebanyakan sebatas menerapkan ramah lansia dan ramah remaja. Maka ia pun berinisiatif untuk membuat Puskesmas Ramah ODHA. Proses itu dimulai sejak 2011 dan resmi dijalankan ketika puskesmas mulai diberi kewenangan memberi obat antiretroviral, obat khusus ODHA, pada 2016.
"Tujuannya pertama untuk mendekatkan layanan yang lebih manusiawi dan welcome kepada ODHA, kedua mempermudah akses pelayanan, dan ketiga memberi jalur tanpa antre," kata dia.
Jalur tanpa antre kata dia diperlukan ODHA karena kebanyakan mereka memiliki penyakit menular seperti TBC dan lainnya. Meski HIV-nya tidak akan menular, tapi penyakit sampingnannya itu yang mudah menular.
Saat ini sudah terdapat tiga puskesmas yang diberi kewenangan memberi obat antiretroviral, yakni Gedongtengen, Umbulharjo 1 dan Tegalrejo. Adapun pasien ODHA di Puskesmas Gedongtengen sekarang sekitar 322. Junlah ini merulakan peningkatan, dari yang pada 2016 hanya 59 pasoen dan 2017 sebanyak 261 pasien.
Untuk memasifkan Perada, ia tidak hanya pasif menunggu pasien ODHA datang ke puslesmas, tapi juga rutin memonitor beberapa tempat yang dianggap sebagai sumber HIV/AIDS. Beberapa kegiatan lain juga dilakukan seperti family gathering, kunjungan rumah, pendampingan pasien ODHA yang terjerat hukum dan pendampingan di rumah tahanan.
Puskesmas tidak bekerja sendiri, maka ia pun membangun kerja sama dengan beberapa pihak di antaranya Camat Gedongtengen, Kalolsek Gedongtengen, Danramil Gedongtengen, Lurah Sosromenduran dan Pringgokusuman serta sejumlah LSM.
Atas inovasi Peradha ini, Tri Kusumo Bawono pun diganjar Penghargaan Tenaga Kesehatan Puskesmas Teladan kategori Dokter terbaik tingkat DIY, yang diberikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo pada Kamis (14/11/2019) mendatang.
Kasi Pengembangan Kapasitas Kesehatan Dinas kesehatan Kota Jogja, Murtiari, menuturkan dari DIY terpilih lima kategori tenaga kesehatan untuk mendapat penghargaan ini, meliputi dokter, bidan, perawat, tenaga teknis kefarmasian, dan ahli teknologi laboratorium. "Empat yang lain dari Kulonprogo dan Bantul," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Real Madrid bantai Schalke 3-0, Barcelona gilas Basel 5-2, dan Liverpool kalahkan Como 2-0 di uji coba pramusim. Mbappe, Adeyemi, dan Gakpo cetak gol. Simak sel
HUT ke-81 RI! Dapatkan inspirasi 20 kata-kata mutiara dan ucapan kemerdekaan: dari yang penuh semangat, singkat untuk caption, hingga doa & harapan. Cocok untuk
Santos kalahkan Vasco da Gama 3-0 di Serie A Brasil. Drama terjadi antara Neymar dan Thiago Mendes: penolakan salaman, kartu kuning, dan rivalitas yang berlanju
Perlukah HP Android dipasang antivirus? Simak penjelasan lengkap soal Play Protect, malware, phishing, Wi-Fi publik, dan kapan antivirus masih dibutuhkan.
Ancaman boikot Piala Dunia U20 Wanita mengguncang sepak bola dunia. Di baliknya, kritik tajam terhadap tata kelola FIFA dan ketimpangan gender. Bisakah ini jadi