PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, BANTUL—Partai Amanat Nasional (PAN) Bantul siap membentuk poros baru dalam Pilkada Bantul tahun ini.
Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bantul, Mahmud Ardi Widanto mengatakan dengan modal lima kursi di DPRD Bantul, PAN sudah punya separuh lebih dari sembilan kursi sebagai syarat pencalonan pasangan dalam pilkada. Parpolnya pun cukup menggandeng satu atau dua partai dengan jumlah suara menengah untuk dapat mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati.
Dia mengaku komunikasi politik jelang Pilkada Bantul 2020 ini masih cair. Sejumlah bakal calon bupati dan wakil bupati yang bermunculan belum ada yang mendapat rekomendasi dari pimpinan pusat partainya masing-masing.
Menurut dia segala kemungkinan bisa terjadi dalam dunia politik bahkan dalam hitungan detik, termasuk rencana membentuk poros baru. Dia menilai selama ini pemimpin di Bantul selalu didominasi oleh orang tua, sehingga perlu adanya kalangan muda atau milenial. “Saya menyebutnya poros milenial,” kata Ardi, sapaan akrab Mahmud Ardi Widanto, Senin (10/2/2020).
Semangat poros milenial itu, kata dia, memberi kesempatan untuk semua pasangan bakal calon agar bisa melibatkan kaum milenial baik sebagai bupati atau wakil bupati di Bantul. “Mengingat karakter generasi milenial kreatif dan cenderung berpikir out of the box. Buktinya, banyak tumbuh industri start up dan industri kreatif lain yang dimotori generasi milenial,” ujar Ardi.
Salah Persepsi
Tak hanya itu, dia juga menilai adanya kesalahan persepsi terkait dengan pernyataan Ketua DPC Gerindra Bantul sekaligus Bupati Bantul Suharsono yang memilih menjalin komunikasi intens dengan Muhammadiyah ketimbang PAN.
Menurut dia Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan yang anggotanya sangat paham dan mengerti persoalan politik, sehingga Tanwir Muhammadiyah 97 di Semarang memutuskan untuk memberi mandat kepada Amien Rais untuk membentuk partai sehingga lahirlah PAN. “Jadi jelas dan klir. Tidak ada bedanya antara Muhammadiyah dan PAN,” kata dia.
Sebelumnya Suharsono menyatakan saat ini dia lebih banyak membangun komunikasi dengan Muhammadiyah daripada PAN. Ia menilai PAN merupakan bagian dari Muhammadiyah. “Pendekatan saya lebih banyak ke Muhammadiyah, bukan ke PAN, karena banyak calon wakil bupati juga dari kalangan Muhammadiyah yang non-parpol. Jadi nanti dilihat sendiri saja apakah saya akan pakai PAN atau tidak,” kata Suharsono, Sabtu (8/2/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026 Grup D, simak jadwal, prediksi skor, dan susunan pemain terbaru.
Rupiah melemah dan IHSG turun, ekonom UKDW sebut kepercayaan investor menurun dan ancam ekonomi nasional.
BEM Soloraya gelar demo di DPRD Solo, sampaikan 9 tuntutan dari isu nasional hingga sampah Putri Cempo.
Shafiyah Expo 2026 digelar di JEC Jogja pada 19-21 Juni dengan pasar halal, UMKM syariah, Pure Talks, dan kajian ulama nasional.
Facebook mengalami gangguan global, pengguna otomatis logout dan tak bisa login. Messenger dan web ikut terdampak.