Vaksin Polio di Gunungkidul Kosong, Warga Harus Menunggu hingga April

Ilustrasi vaksin. - Reuters
10 Februari 2020 18:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gunungkidul kehabisan stok vaksin polio atau inactivated poliovirus vaccine (IPV) bantuan dari Pemerintah Pusat. Kekosongan terjadi sejak September 2019. Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memastikan pengadaan stok baru diperkirakan baru dimulai April 2020.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Gunungkidul, Niken Widyawati, mengungkapkan jajarannya tak bisa berbuat banyak dengan kekosongan vaksin polio. Sebab, semua kebijakan pengadaan ada di tangan Pemerintah Pusat.

"Sejak September tahun lalu IPV kosong. Kami tidak bisa mengadakan vaksin sendiri dan harus menunggu kiriman dari Pusat. Jadi jika pengadaan di Pusat berhenti, otomatis kami juga tak memiliki stok," kata Niken saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (10/2/2020).

Ia menuturkan salah satu pemicu kekosongan stok yakni adanya perubahan dalam pemesanan di e-Katalog, sehingga pemesanan harus diulang. Saat ini Dinkes hanya bisa menunggu pengadaan baru yang diperkirakan dilaksanakan April 2020.

Akibat adanya kekosongan vaksin, kata Niken, Pemda DIY memberikan kebijakan kepada pihak swasta seperti dokter, bidan, hingga klinik untuk mengadakan vaksin secara mandiri. "Sehingga vaksin polio berbayar," ujarnya.

Kepala UPT Puskesmas Patuk 1, Emilia Arum Pratiwi, menyatakan warga yang ingin memvaksin anaknya bisa vaksin secara mandiri. "Kami masih menunggu [kiriman vaksin gratis], jadi sekarang warga yang ingin vaksin polio dengan inisiatif sendiri bisa vaksin secara mandiri dengan biaya sendiri. Vaksin IPV memang mahal," ujarnya.