Ribuan Pelari hingga Grebeg Gethuk Ramaikan Hari Jadi Magelang
Hari Jadi Kota Magelang diramaikan Grebeg Gethuk, Tidar Borobudur 10K, hingga Magelang Great Sale dorong ekonomi dan pariwisata.
Meski di tengah guyuran hujan deras, sekelompok seniman sedang menampilkan kebolehannya, di atas panggung acara Gelar Seni Sepanjang Tahun 2019, di TBY, Minggu (24/2/2019)./Istimewa-TBY
Harianjogja.com, JOGJA- Lima wilayah di DIY meliputi Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul diprediksi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi pada hari ini, Kamis (13/2/2020).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Sleman akan mengalami hujan lokal pada siang hari, sedangkan empat daerah lainnya diprediksi hujan ringan.
Pada malam hari, kelima daerah diprediksi berawan yang berlanjut pada malam hari menjadi berawan tebal di semua daerah tersebut.
Suhu udara diprediksi bervariasi mulai 24-32 derajat celcius dengan kelembaban 60 hingga 95%.
BMKG juga memberikan peringatan dini agar warga waspada dengan potensi terjadinya hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Sleman, Kulonprogo Utara, Kota Jogja dan Bantul.
Selain itu, warga juga diminta waspada potensi peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan DIY 2,5 hingga 3 meter. Angin diperkirakan bertiup dari timur laut menuju barat daya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Kota Magelang diramaikan Grebeg Gethuk, Tidar Borobudur 10K, hingga Magelang Great Sale dorong ekonomi dan pariwisata.
Mediator Timur Tengah, termasuk Qatar, menyiapkan elemen kesepakatan Iran-AS di tengah negosiasi jalur pelayaran Selat Hormuz.
BGN menutup 1.999 dapur SPPG pelaksana MBG karena belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS.
Cuaca hari ini, BMKG mengingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh dan Sumatera Utara. DIY diprediksi cerah.
Prabowo meminta penambahan pesawat modifikasi cuaca dan menyiapkan drone berkapasitas 50 kg air untuk mitigasi karhutla.
Yusril Ihza Mahendra menilai tak ada persoalan mendasar dalam isi buku Islam ala Prabowo dan meminta publik memahami isinya secara utuh.