Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Meski di tengah guyuran hujan deras, sekelompok seniman sedang menampilkan kebolehannya, di atas panggung acara Gelar Seni Sepanjang Tahun 2019, di TBY, Minggu (24/2/2019)./Istimewa-TBY
Harianjogja.com, JOGJA- Lima wilayah di DIY meliputi Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul diprediksi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi pada hari ini, Kamis (13/2/2020).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Sleman akan mengalami hujan lokal pada siang hari, sedangkan empat daerah lainnya diprediksi hujan ringan.
Pada malam hari, kelima daerah diprediksi berawan yang berlanjut pada malam hari menjadi berawan tebal di semua daerah tersebut.
Suhu udara diprediksi bervariasi mulai 24-32 derajat celcius dengan kelembaban 60 hingga 95%.
BMKG juga memberikan peringatan dini agar warga waspada dengan potensi terjadinya hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Sleman, Kulonprogo Utara, Kota Jogja dan Bantul.
Selain itu, warga juga diminta waspada potensi peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan DIY 2,5 hingga 3 meter. Angin diperkirakan bertiup dari timur laut menuju barat daya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.