Foto Wajah Mahasiswi UGM Diblur, Peneliti Setara Sebut Konservatisme Agama Merebak di Kampus

Foto Pengurus Lembaga Dakwah UGM Perempuan Diblur (ist)
13 Februari 2020 20:17 WIB Rahmat Jiwandono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Konservatisme agama diduga merebak di lingkungan kampus, menyusul munculnya kasus poster mahasiswi UGM pengurus salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang diblur wajahnya.

Hal itu diutarakan Peneliti Setara Institute, Halili Hasan, Kamis (13/2/2020). Konservatisme agama yang dimaksud kata dia terkait dengan pemahaman dan praktik beragama yang konservatif. Yaitu berpegang secara ketat pada kitab suci atau ajaran tertentu serta tradisi yang dianggap paling benar.

Kasus di UGM dan juga dikabarkan terjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menurutnya puncak dari gunung es konservatisme keagamaan di perguruan tinggi yang makin menguat. "Kami pernah melakukan survei terkait hal itu [konservatisme agama di perguruan tinggi]," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis.

Halili menyebut banyak faktor memengaruhi situasi tersebut. Merujuk hasil survei yang dilakukan tahun lalu, faktor yang memengaruhi menguatnya konservatisme agama bisa datang dari orang tua atau keluarga. Selain itu juga bisa datang dari guru di lingkungan pendidikan sejak mereka masih SMA.

"Guru pendidikan agama di SMA kedalaman pengetahuannya soal agama juga terbatas," kata dia.

Faktor lainnya adalah media sosial, pengajian eksklusif dan kegiatan keagamaan konservatif di Internet. Ia menyebut pengajian konservatif di dunia maya jauh lebih aktif dan intensif dibandingkan pengajian yang moderat."Itu yang memicu konservatisme keagamaan di perguruan tinggi," tegas dia.

Menurut dia, kejadian di UGM bisa terjadi di perguruan tinggi pada umumnya, karena konservatisme sejatinya sudah berinkubasi sejak SMA.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi konservatisme agama yakni memperbanyak forum akademik terbuka, menanamkan kekritisan di kalangan mahasiswa, menciptakan lingkungan organisasi mahasiswa yang lebih terbuka untuk seluruh latar belakang serta mendorong pengurus organisasi keagamaan di kampus agar lebih inklusif.

Sebelumnya sebuah poster yang diunggah akun @JMG_UGM milik Jamaah Muslim Geografi (JMG) yang berada di bawah Fakultas Geografi UGM mengaburkan foto pengurus perempuan. Unggahan tersebut akhirnya dihapus dari akun JMG setelah menuai hujatan dari warganet. Otoritas kampus sebelumnya membantah hal itu terkat dengan indikasi radikalisme.