Pengurus Jamaah Muslim Geografi UGM Buka Suara, Bantah Foto Mahasiswi Diblur karena Radikalisme

Foto Pengurus Lembaga Dakwah UGM Perempuan Diblur (ist)
14 Februari 2020 16:17 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pengurus Jamaah Muslim Geografi (JMG) akhirnya buka suara ihwal viral foto pengurus perempuan organisasi tersebut yang wajahnya diblur.

Viralnya posting-an foto pengurus perempuan Jamaah Muslim Geografi (JMG) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diblur menimbulkan polemik. Ketua Terpilih JMG 2020, Sandy Danu A menampik asumsi radikalisme di balik keputusan pemburaman foto tersebut.

"Isu radikalisme yang dilontarkan kepada kami merupakan hal yang tidak berdasar," tegas Sandy saat ditemui detikcom di kampusnya, Kamis (13/2/2020).

Ia tidak menyangkal, unggahan foto perempuan yang diblur ini menimbulkan banyak interpretasi. Baginya, itu hak orang lain untuk mengartikan unggahan tersebut.

"Kalau pendapat saya pribadi, itu hak mereka sendiri untuk menginterprestasi. Hanya saja, tidak ada maksud apapun untuk membuat suasana menjadi tidak kondusif," terang Sandy.

Meski akhirnya foto tersebut sudah diturunkan, Sandy menyampaikan, hal ini memang harus ditempuh. Sebab, JMG dan Dekan sepakat, suasana damai pun merupakan hal terpenting.

"Bagi kami, baik dengan foto ataupun tanpa foto, tidak masalah. Kami pun sudah mengambil langkah sebaik-baiknya agar tidak membuat keributan di dunia maya dan masyarakat yang luas," ujarnya.

Dari polemik ini, Sandy belajar untuk menghargai dan memahami perbedaan pendapat. Hal ini merupakan wujud keberagaman di Indonesia. Perbedaan interpretasi pun merupakan salah satu bentuknya.

"Harapan saya, ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua. Mari kita sama-sama saling menghargai dan memahami perbedaan yang ada. Kita pun juga harus senantiasa mencari jalan terbaik bersama," pungkas Sandy.

Diberitakan sebelumnya, foto yang jadi kontroversi di media sosial itu merupakan foto susunan kepengurusan JMG UGM. Tertulis dalam keterangan foto yang di-posting, "Inilah susunan kepengurusan JMG 1441-1442 H". Foto tersebut di-posting pada Jumat (11/2/2020).

Salah satu akun yang mengomentari foto tersebut adalah Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Melalui akun Twitter miliknya, yakni @AntoniRaja, dia menulis, "Fiqh apa yang mengajarkan foto perempuan harus diblur Gus @na_dirs @sahaL_AS @Ayang_Utriza." Cuitan Toni ini mendapat respons dan balasan netizen.

Posting-an foto ini kemudian menuai polemik. Dekan Fakultas Geografi, Rektor UGM hingga MUI DIY angkat bicara.

Sumber : Detik.com