Diduga Jadi Korban Perundungan, Anak SD di Sleman Harus Dioperasi Perut

Kepala Humas RS Bethesda, Adhiyatno Priambodo (kiri), memberi keterangan kepada wartawan terkait dugaan korban bully yang dirujuk ke RS Bethesda, Jumat (21/2/2020).-Harian Jogja - Lugas Subarkah
21 Februari 2020 16:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.comJOGJA-Seorang anak harus dilarikan ke Rumah Sakit Bethesda setelah diduga mengalami kekerasan fisik akibat praktik perundungan alias bullying yang dilakukan oleh kakak kelasnya sendiri. Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah kabarnya tersebar di sejumlah kanal sosial media.

Kepala Humas RS Bethesda, Adhiyatno Priambodo, membenarkan adanya anak yang dirujuk ke RS Bethesda dengan ciri-ciri sama dengan info yang beredar di sosial media. “Ada satu pasien umur sembilan tahun, masuk lewat IGD,” Katanya, Jumat (21/2/2929).

Ia menuturkan pasien ini merupakan rujukan dari RS Sadewa. Pasien masuk ke RS Bethesda pada Kamis (13/2/2020) dan pada malam harinya langsung dilakukan operasi di bagian perut. Saat dikonfirmasi soal diagnosa dan detail luka, Adhiyatno mengaku belum bertemu dokter yang mengoperasi sehingga belum bisa menyampaikan kondisi pasien secara detail.

Pasien kata dia, merupakan warga Sleman yang saat ini masih duduk di bangku SD. Terkait cerita yang beredar di sosial media, ia tidak bisa memastikan kebenarannya. Saat ini pasien masih dirawat di ruang anak, ditemani keluarganya. “Saya tanyakan ke keluarganya, katanya pihak sekolah sudah ada yang datang,” ujarnya.