Enam Siswa SMPN 1 Turi Meninggal karena Susur Sungai, Ini Respons Bupati Sleman

Hafit Yudi Suprobo
Hafit Yudi Suprobo Jum'at, 21 Februari 2020 21:17 WIB
Enam Siswa SMPN 1 Turi Meninggal karena Susur Sungai, Ini Respons Bupati Sleman

Sri Purnomo/Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo

Harianjogja.com, SLEMAN--Bupati Sleman Sri Purnomo terjun langsung ke lokasi hanyutnya siswa SMPN 1 Turi saat melakukan susur Sungai Sempor, Jumat (21/2/2020). Insiden ini sementara dilaporkan menewaskan enam siswa.

Sri Purnomo mengatakan, sekolah diharapkan tidak lagi mengadakan kegiatan ssusur kali pada musim hujan karena sangat berbahaya.

"Ini pelajaran yang sangat mahal bagi Kabupaten Sleman, jangan sampai mengulangi kegiatan yang sebagaimana dilakukan oleh SMPN 1 Turi ini," kata Sri Purnomo.

Sekolah di Sleman kata dia diminta melakukan kegiatan Pramuka yang tidak berbahaya seperti tali temali, mendirikan tenda yang bisa dilaksanakan di lingkungan sekolah. 

"Ketika diadakan di luar lingkungan sekolah dan perairan itu sangat berbahaya sekali. Apalagi kalau ada air banjir mendadak seperti tadi. Sebagian besar bisa melarikan diri tetapi ada juga yang tidak bisa menyelamatkan diri sehingga mengakibatkan enam orang siswa meninggal dunia ," kata dia.

Sampai saat ini kata Sri Purnomo, petugas masih mencari lima korban yang belum ditemukan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online