Sempat Tolong Rekannya, Siswa Selamat Korban Susur Sungai Sempor Kisahkan Detik-Detik Air Datang

Ambulans berdatangan ke kawasan Sungai Sempor, Turi, Sleman, yang menjadi lokasi tewasnya sejumlah siswa SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020)-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
21 Februari 2020 19:57 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kegiatan susur sungai siswa SMPN 1 Turi Sleman menyisakan duka. Korban selamat bercerita bagaimana tragedi itu terjadi.

Seorang korban selamat dalam insiden siswa SMPN 1 Turi hanyut mengungkapkan kronologi kejadian yang melanda kala dilakukan kegiatan Pramuka Susur Sungai Sempor di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (21/2/2020) sore.

Ahmad Bakir, siswa kelas 8C itu, menceritakan bahwa air sungai mendadak datang dengan derasnya di tengah kegiatan pada antara pukul 15.00 dan 15.30 WIB.

"Airnya awalnya enggak deras, biasa aja, lalu tiba-tiba saya rasa deras. Air tiba-tiba datang begitu saja dari atas, terus posisi saya pas di pinggir, ada jalan naiknya, terus semua saya suruh naik ke permukaan," ujar Bakir pada Suara.com-jaringan Harianjogja.com di SMPN 1 Turi, Sleman, Jumat petang.

Karena merasa posisinya aman, Bakir pun meminta teman-temannya untuk menjauh dari air sungai. Ia juga mengaku sempat menolong teman-temannya yang kesulitan untuk naik ke permukaan.

"Sama di depan itu ada anak-anak perempuan, saya minta yang lain memberi jalan supaya mereka bisa naik, tapi ada yang masih menetap di situ, jadi saya tolongin. Terus ada yang hanyut, terus ada yang menolong, dan yang menolong itu selamat," imbuhnya.

Bakir mengatakan, kegiatan diikuti siswa kelas 7 serta 8 dan dimulai sekitar pukul 14.30 WIB, sedangkan insiden terjadi sekitar antara setengah atau satu jam setelahnya.

Ia sendiri mengaku sudah izin orang tua untuk mengikuti kegiatan ini. Selain itu, ia menyebutkan, dalam kegiatan susur sungai, peserta dibagi per kelas, dan setiap dua regu dipimpin satu dewan penggalang (DP).

Dirinya menerangkan, kegiatan Susur Sungai Sempor itu dilakukan dengan cara, siswa berbaris menyusuri sungai tanpa tali atau apa pun. Menurut Bakir, empat anak yang telah dinyatakan meninggal adalah siswa kelas 7.

"Kalau kelas 8 baru dikabarkan saja kalau ada yang meninggal, tapi belum tahu benar atau tidak," kata dia.

Hingga kini, kata Bakir, belum ada informasi lanjutan dari guru soal kegiatan Pramuka yang sedang ia jalani.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak empat siswa SMPN 1 Turi, Sleman tewas terseret arus saat melakukan kegiatan susur Sungai Sempor di Kecamatan Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (21/2/2020).

Petaka susur sungai ini berdasarkan informasi yang dihimpun Harianjogja.com hingga Jumat malam menyebut sebanyak empat orang tewas dan enam lainnya masih hilang.

Sumber : Suara.com