Resmikan Gedung Baru, Puskesmas Temon I Akhirnya Punya Poli Batuk

Bupati Kulonprogo, Sutedjo meresmikan gedung baru Puskesmas Temon I pada Kamis (20/2/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
21 Februari 2020 01:17 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Gedung baru UPTD Puskesmas Temon I akhirnya diresmikan oleh Bupati Kulonprogo, Sutedjo pada Kamis (20/2/2020). Gedung yang menempati tanah kas kalurahan Temon Kulon, Kapanewon Temon ini kini punya poliklinik batuk yang dikhususkan untuk pencegahan TBC.

Kepala UPTD Puskesmas Temon I, Rina Nuryati, menuturkan jika pada gedung puskesmas yang lama di Jalan Raya Wates - Purworejo, Dusun Kaliwangan Kidul, Desa Temon Kulon, Kapanewon Temon belum memiliki fasilitas poliklinik batuk. Setelah dipindah ke arah barat sejauh 220 meter dari titik awal sejak Senin (13/1/2020) lalu, fasilitas kesehatan di puskesmas ini bertambah.

Poliklinik batuk ini dimaksudkan untuk memfasilitasi pasien dengan keluhan batuk sejak awal pendaftaran supaya lebih cepat dilayani dan tidak menulari pasien yang lain. Mereka bahkan langsung diberi masker untuk mencegah penularan ke pasien lain.

"Kalau lama dalam satu ruangan dengan orang yang batuk, potensi tertularnya lebih tinggi. Makanya kami buatkan fasilitas khusus supaya mereka cepat ditangani dan bisa lebih cepat pulang," kata Rina kepada Harianjogja.com, Kamis.

Poliklinik batuk ini menempati satu ruangan khusus yang mendapat akses sinar matahari yang cukup sehingga kuman-kuman dari pasien batuk cepat mati. Rina berharap dengan upaya ini pencegahan penularan batuk berjalan maksimal, sebab batuk sangat mudah menular melalui udara lewat dahak.

Penambahan poli batuk ini baru bisa dilakukan di gedung baru lantaran ada keterbatasan ruang di gedung lama. Terlebih, menurut Rina selama ini Puskesmas Temon I menempati gedung yang sudah tua dan alat-alatnya tidak memenuhi standar fasilitas kesehatan saat ini.

"Tahun ini ada anggaran dari dana alokasi khusus [DAK] untuk peralatan kesehatan, tapi besarannya saya kurang tahu," ujarnya. Selain penambahan alat kesehatan, di gedung baru ini juga ditambah pelayanan konseling. Jika semula hanya ada layanan konseling gizi dan sanitasi, saat ini ada layanan baru yaitu konseling berhenti merokok.

Ia berharap dengan kepindahan ini bisa mewujudkan tata graha yang bisa mendukung pencegahan dan pengendalian infeksi supaya bisa memenuhi standar pelayanan kesehatan.

"Sebab tata graha ini ternyata sangat berpengaruh pada pelayanan kesehatan ya, jadi kami sangat bersyukur bisa dipindah karena yang dulu juga bangunan lama," katanya.

Rina juga mengungkapkan harapan Sutedjo akan Puskesmas Temon I yang harus bisa mencegah masyarakat terpapar penyakit. "Puskesmas itu beda dengan rumah sakit. Kalau rumah sakit ya menerima orang sakit, sementara kalau puskesmas membuat masyarakat jangan sampai sakit," ujar dia.

Pelaksana Tugas Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami menuturkan saat ini seluruh puskesmas di Kulonprogo sudah punya poli batuk untuk pencegahan TBC. "Biasanya disebut Pojok Dots," katanya.

Relokasi gedung puskesmas ini dilatari oleh dampak pembangunan YIA. Sutedjo mengungkapkan gedung lama Puskesmas Temon I terkena dampak pelebaran jalan nasional karena jarak minimal bangunan harus sepanjang 29 meter dari sepadan jalan. "Sehubungan posisi gedung lama kurang dari 29 meter dari sepadan jalan nasional, jadi perlu direlokasi," kata dia.