Kwartir Nasional Gerakan Pramuka: Kakak-Kakak Pembina Harus Bijak Memberi Kegiatan!

Warga berdatangan ke Sungai Sempor. di Turi, Sleman lokasi tenggelamnya siswa SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
22 Februari 2020 08:07 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Peristiwa kecelakaan air yang menimpa siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman di Kali Sempor, Kecamatan Turi, Sleman, pada Jumat (21/2/2020) mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka. Peristiwa terjadi saat para siswa mengikuti kegiatan susur sungai pramuka. 

Atas peristiwa tersebut Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyatakan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam. Selain itu juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan dan pertolongan korban, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, BPBD, BASARNAS, PMI, SAR DIY, RESCUE 920, GBS, PITU RESCUE, CODE X, Bahari, SRC, SAR Linmas, IOF, Sembada Rescue, SAR MTA, PRB Mlati, Rescue 328, Mapala Satu Bumi, Mahaguru, komunitas relawan, tim Pramuka Peduli Kwarcab Sleman dan Kwarda DIY, serta masyarakat sekitar tempat kejadian.

Dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (22/2/2020), Guritno selaku Kepala Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka mengatakan, Kwartir Nasional melalui Komisi Pengabdian Masyarakat terus melakukan koordinasi dengan tim di lapangan untuk mengetahui kabar terkini mengenai peristiwa tersebut.

"Siapapun tentu tidak menghendaki tragedi tersebut terjadi. Namun demikian, sebagai bahan pembelajaran, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sekali lagi mengimbau kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka khususnya kakak-kakak pembina agar menerapkan pengetahuan manajemen risiko dan bijaksana dalam memberikan kegiatan kepada peserta didiknya," tulis Guritno. 

Di samping itu, lanjut dia, kakak-kakak pembina diminta selalu mempertimbangkan berbagai hal dan mengutamakan keselamatan semua peserta kegiatan seperti tertuang dalam SK Kwarnas No.227 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kebijakan Manajemen Risiko dalam Gerakan Pramuka.

Sebagai organisasi modern dan bertanggungjawab dalam mendidik dan membina kaum muda Indonesia, Gerakan Pramuka menurutnya memiliki komitmen untuk mengelola risiko sebagai upaya untuk mencapai tujuan, serta memaksimalkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program dan penyediaan pelayanan, dalam berhubungan dengan anggota, pembina, pelatih, pengurus, staf, majelis pembimbing, pemerintah, serta infrastruktur, dalam lingkungan yang aman dan praktis, dirancang untuk mencegah kerusakan, kerugian, luka atau kehilangan pada Gerakan Pramuka atau pihak-pihak lain yang terkait dengannya.