Siswa Tenggelam: Mengenang Kembali Tragedi 15 Pramuka MTsN Piyungan yang Tewas Tenggelam Saat Mencari Ikan

Ambulans berdatangan ke kawasan Sungai Sempor, Turi, Sleman, yang menjadi lokasi tewasnya sejumlah siswa SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020) - Harian Jogja / Hafit Yudi Suprobo
21 Februari 2020 20:47 WIB Budi Cahyana Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Susur Sungai Sempor yang diikuti ratusan murid SMPN 1 Turi, Sleman, dalam kegiatan Pramuka, Jumat (21/2/2020) berubah menjadi malapetaka. Arus kali tiba-tiba deras dan menyeret beberapa siswa. Enam siswa ditemukan meninggal dunia dan lima lainnya masih dicari hingga Jumat malam.

25 Tahun lalu, tragedi serupa menimpa murid MTs Negeri Piyungan, Bantul, yang ikut kegiatan Pramuka. Pada pertengahan 1994, 15 anggota Pramuka MTs Negeri Piyungan kehilangan nyawa karena tenggelam di sungai.

Laporan yang dimuat Majalah Tempo, 25 Juni 1994, menyebut 15 siswi itu tewas tenggelam karena tak bisa berenang saat ditugasi mencari ikan di Sungai Tempuran. Kecelakaan itu terjadi dalam kegiatan perkemahan yang diikuti 150 orang. Pada siang hari setelah makan siang, pembina Pramuka, Sopan Suyitno, menyuruh siswa mencari binatang di sungai yang halal dimakan.

Sekitar 25 murid perempuan kemudian menuju sungai selebar 20 meter. Namun, tak semuanya bisa berenang. 15 dari mereka tenggelam di sungai sedalam dua sampai empat meter. Sopan Suyitno, seperti dikutip Majalah Tempo, kemudian mengaku khilaf karena tidak menanyakan apakah para murid Pramuka itu bisa berenang atau tidak.

Kecelakaan anggota Pramuka di Sungai kembali terulang puluhan tahun kemudian. Kali ini korbannya adalah siswa SMPN 1 Turi, Sleman.