Menteri Juliari: Korban Meninggal Tragedi Kali Sempor Dapat Santunan Rp15 Juta

Menteri Sosial Juliari Batubara saat berkunjung ke Puskesmas Turi Sleman, Sabtu (22/2/2020). - Harian Jogja/Hery Setiawan
22 Februari 2020 15:17 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Peristiwa hanyutnya sejumlah siswa SMPN 1 Turi, Sleman  di Sungai Sempor Turi saat melakukan kegiatan Pramuka pada Jumat (21/2/2020) menuai perhatian Pemerintah Pusat. Satu hari pascakejadian, Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara langsung melihat kondisi terkini para korban.  

Kemensos akan memberikan bantuan baik secara materiil maupun nonmateriil seperti trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologi para korban selamat. "Kami akan turunkan personel trauma healing sebanyak-banyaknya mengingat peristiwa ini juga melibatkan banyak korban," katanya kepada wartawan, Sabtu. 

Sementara untuk bantuan materiil akan diberikan dalam bentuk santunan uang berjumlah Rp15 juta per anak. "Untuk santunan [Rp15 juta] ini untuk korban meninggal. Kalau untuk korban selamat, menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah sepenuhnya," jelasnya. 

Juliari mengaku sangat berduka atas tragedi hanyutnya siswa SMPN 1 Turi Sleman tersebut, mengingat semua korban masih dalam usia remaja dan masih memiliki masa depan yang masih panjang. "Semoga keluarga bisa kuat dan tabah terima cobaan ini dan kami berdoa untuk anak-anak yang masih dirawat agar pulih kembali, normal, aktivitas kembali," tuturnya.

"Saya dengar masih ada dua belum ditemukan. Kita semua doa supaya segera ditemukan dan keluarga segera mendapatkan beritanya," lanjut Juliari. 

Pihaknya meminta peristiwa tersebut diinvestigasi secara menyeluruh. 

Sebelumnya diberitakan bahwa sebanyak 249 siswa SMPN 1 Turi Sleman mengikuti kegiatan Pramuka berupa susur sungai di Sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020) sore. Saat kegiatan berlangsung, tiba-tiba arus air menjadi deras karena banjir. Sebagian siswa hanyut terbawa arus sungai tersebut. 

Hingga berita ini ditulis, delapan siswa yang semuanya perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dua siswa lainnya masih dalam pencarian, sementara sisanya dinyatakan selamat.  Para siswa adalah kelas 7 dan 8.