Guru PNS Sekaligus Pembina Pramuka Jadi Tersangka Tewasnya 10 Siswa SMPN Turi, Begini Tanggapan Bupati Sleman

Bupati Sleman, Sri Purnomo saat memberi keterangan kepada wartawan usai penutupan operasi SAR di Posko Induk Dukuh, Turi, Sleman, Minggu (23/2/2020). - Suara/Muhammad Ilham Baktora
23 Februari 2020 14:57 WIB Newswire Sleman Share :


Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang guru olahraga SMPN 1 Turi menjadi tersangka tragedi susur sungai Sempor, Jumat pekan lalu. Bupati Sleman, Sri Purnomo menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya ke pihak kepolisian.

"Proses hukum ada pada Polda, ya kami serahkan semuanya [tersangka] kepada pihak kepolisian," kata Sri Purnomo ditemui di Posko Induk Dukuh, Turi, Sleman, Minggu (23/2/2020).

Pihaknya menghormati jalannya proses hukuman yang akan berjalan. Meski pembina yang diketahui berinisial IYA juga menjadi guru olahraga di SMP setempat yang juga diketahui berstatus PNS.

"Kami menghormati prosesnya, dengan praduga tak bersalah. Artinya sepenuhnya kami serahkan kepada lembaga kepolisian untuk mengawal kasus ini," terang dia.

Kepolisian sebelumnya telah memeriksa sejumlah saksi sebanyak 15 orang. Dari 15 orang, tujuh di antaranya merupakan pembina Pramuka SMPN 1 Turi.

"Kami sudah memeriksa 15 orang saksi, termasuk dua siswa juga sudah kami periksa. Tujuh di antaranya pembina. Dari satu pembina dinaikan statusnya menjadi tersangka dan sudah ditahan di Polres Sleman sejak tadi malam (Sabtu, 22/2)," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto di RS Bhayangkara Polda DIY, Minggu (23/2/2020).

Sementara itu dua korban hilangnya pelajar SMPN 1 Turi telah ditemukan. Korban pertama atas nama Yasinta Bunga pukul 05.30 wib. Sementara Zahra Imelda ditemukan pada pukul 07.05 wib.

Keduanya di temukan di DAM Mantras yang berada 400 meter dari Section 1. Keduanya telah dibawa ke RS Bhayangkara dan pukul 11.40 wib, dua korban sedang menuju rumah duka masing-masig di Turi, Kabupaten Sleman.

Sumber : Suara.com