3 Pasangan Independen Ikut Pilkada Gunungkidul

Ilustrasi kotak suara - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
23 Februari 2020 21:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul memastikan ada tiga pasangan calon independen yang bakal maju dalam Pilkada 2020. Di Bantul dan Sleman, hingga hari terakhir batas penyerahan berkas pada Minggu (23/2/2020, belum ada pasangan calon yang mendaftar.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, menyatakan menyusul pasangan anton Supriyadi-Suparno yang telah menyerahkan berkas, dua pasangan lain telah mengisi dan mengunci syarat dukungan di aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

Dia menjelaskan, sesuai data di Silon, untuk pasangan Kelik Agung Nugroho-Yayuk Kristiawati mengisi sebanyak 46.879 jiwa. Sedangkan pasangan Suroto-Sri Rahayu mengunci data dukungan sebanyak 31.689 jiwa. “Hingga pukul 16.30 WIB, dua pasangan lain sudah mengunci bukti dukungan di Silon,” kata Hani, Minggu (23/2).

Pengisian di aplikasi harus ditindaklanjuti dengan penyerahan berkas secara langsung. KPU Gunungkidul menunggu penyerahan tersebut hingga Minggu pukul 24.00 WIB. “Sekitar pukul 15.00 WIB pasangan Kelik-Yayuk bersiap menyerahkan berkas, tapi diundur hingga pukul 19.00 WIB. Untuk pasangan Suroto-Sri Rahayu menginformasikan bakal menyerahkan berkas pukul 22.00 WIB. Jadi kami masih menunggu,” kata Hani saat dikonfirmasi Minggu malam.

Hani menuturkan berkas dukungan pasangan Anton Supriyadi-Suparno dinyatakan memenuhi persyaratan. Hasil pencocokan data yang dilakukan tim dari KPU ada pengurangan karena ada data yang dinyatakan tidak lengkap sehingga dikembalikan. “Yang diserahkan 51.340 jiwa, tetapi setelah dicocokan berkurang menjadi 46.169 jiwa. Jumlah itu sudah memenuhi syarat maju dari jalur perseorangan,” katanya.

Menurut dia, dukungan terhadap Anton-Suparno berkurang sebanyak 5.171 jiwa dikarenakan saat pencocokan data ada berkas yang kurang, mulai tidak ada fotokopi KTP-el, tanda tangan atau dalam dukungan tidak dilengkapi dengan surat pernyataan dukungan dari yang bersangkutan. “Kalau kurang maka dinyatakan tidak lengkap. Paling banyak tidak ada surat pernyataan dukungan,” katanya.

Hani menuturkan, setelah berkas dinyatakan diterima dan memenuhi persyaratan, tim dari KPU berkewajiban meneliti untuk mencari potensi dukungan ganda dari masyarakat. Selain itu, verifikasi juga untuk memastikan bahwa warga pendukung juga masuk dalam daftar Pemilu 2019 atau DP4 Pilkada 2020. “Nanti setelah verfikasi administrasi selesai dilanjutkan penelitian lapangan untuk membuktikan keabsahan pemberian dukungan. Jadi, memang prosesnya masih panjang,” katanya.

Secara teknis, ia tidak menampik apabila persyaratan untuk maju dari jalur perseorangan lebih berat di pilkada tahun ini. Sebagai gambaran, di Pilkada 2015 di setiap tahapan mulai dari penyerahan berkas hingga penelitian administrasi dan verifikasi faktual lapangan ada masa perbaikan. Untuk pilkada tahun ini perbaikan hanya diberikan setelah melalui proses verifikasi faktual. “Syaratnya memang seperti itu,” katanya.

Anggota KPU DIY, M. Zaenuri Ikhsan, mengatakan jajarannya terus memantau pelaksanaan tahapan pilkada di daerah. Untuk penyerahan berkas dukungan bakal calon dari jalur independen dibuka hingga Minggu pukul 24.00 WIB. Hingga batas waktu itu pasangan bakal calon dipersilakan menyerahkan berkas yang dibutuhkan untuk maju. “Sebagai antisipasi adanya bakal calon yang menyerahkan berkas mepet di akhir penyerahan, KPU di tingkat kabupaten diberikan waktu penelitian kelengkapan berkas hingga 26 Agustus mendatang,” katanya.