Partisipasi Warga DIY dalam Sensus Penduduk Online Rendah. Faktor Usia?

Pelaksanaan Rakor dan Perencanaan Sensus Penduduk 2020, di Gedung Pracimasono, Kepatihan, Rabu (26/2/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
27 Februari 2020 01:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyatakan angka partisipasi warga DIY yang mengikuti sensus penduduk online masih rendah, yakni di bawah 5% terhitung selama 12 hari sejak dibuka. BPS menjamin keamanan data penduduk yang direkam melalui sensus penduduk baik manual maupun online.

Kepala BPS DIY Heru Margono mengakui rendah partisipasi warga DIY terhadap sensus penduduk online. Tetapi ia masih memaklumi karena merupakan program baru sehingga respons masyarakat masih rendah. Saat ini angka partisipasi masih di bawah 5% per Rabu (26/2/2020) dari total sejak dibuka pada 15 Februari 2020. Namun masih ada waktu hingga 31 Maret 2020 untuk melakukan proses sensus online.

Padahal ia menargetkan responden bisa mencapai 20% sampai batas akhir 31 Maret untuk sensus online. Tetapi pihaknya belum yakin angka itu bisa terpenuhi karena termasuk program baru. Selain itu literasi masyarakat terhadap data statistik juga masih rendah sehingga memengaruhi kesadaran untuk mengisikan data melalui sensus online.

"Meski pun infrastruktur memadai kalau literasi soal data masih rendah maka responden juga bisa rendah," katanya di sela-sela Rakor dan Perencanaan Sensus Penduduk 2020, di Kepatihan, Rabu (26/2/2020).

Ia mengatakan faktor usia sebenarnya tidak menjadi kendala , apalagi saat ini hampir setiap kepala keluarga ada anggotanya yang bisa mengoperasikan gadget untuk menyampaikan data di sensus online. "Cuma saya melihat karena literasi belum tinggi itu yang membuat sensus online belum sesuai dengan harapan, di daerah lain saya juga sama," katanya.

Dalam sosialisasi itu ia berharap agar ASN di lingkungan Pemda DIY bisa membantu menyosialisasikan penggunaan sensus online. Untuk meningkatkan kesadaran menggunakan sensus online pihaknya melakukan rapat koordinasi sekaligus sosialisasi dengan berbagai pihak. Namun ia tidak khawatir jika responden sensus online masih rendah, selanjutnya akan lakukan sensus penduduk secara manual dengab wawancara pada 1 Juli sampai 31 Juli 2020

"Dulu sempat muncul wacana sensus online hanya dilakukan di daerah yang melek teknologi, tetapi kan susah menentukan daerah mana," katanya.

Margono mengatakan dalam melakukan pembuatan berbagai sistem online pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Hal itu untuk memastikan bahwa sistem sudah sesuai dengan syarat keamanan data. Hasilnya, BSSN sudah menyatakan bahwa sistem yang digunakan dalam sensus online ini sudah mampu menjamin keamanan data. Salah satunya dalam sensus tersebut dimasukkan data kombinasi NIK dan nomor KK, untuk mengantisipasi penyalahgunaan data.

"Kami sudah memagari dengan keamanen secara berlapis untuk melindungi website agar tidak diretas. Jangan khawatir jika ada data bocor, kami yakin tidak ada, server ada di Jakarta," ujarnya.

Kabag Pembinaan Karir Biro SDM Polda DIY AKBP Anggara Nasution menyatakan, Polda DIY siap membantu menyukseskan sensus penduduk, di antaranya mengerahkan 449 Babinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi yang dibagi dalam beberapa tahapan. Babinkamtibmas akan hadir sosialisasi lebih awal sebelum petugas sensus hadir ke rumah penduduk. Hal itu untuk memastikan agar warga tidak curiga terhadap pendataan yang dilakukan petugas sensus sekaligus mengantisipasi adanya petugas sensus gadungan.

"Kami akan melakukan patroli cyber dengan memperhatikan kemungkinan terjadinya penyebaran hoaks yang dapat menganggu jalannya sensus," katanya dalam rakor tersebut.