Senangnya... Tujuh Anggota Pramuka Gunungkidul Diajak ke Kaledonia Baru

Milano Al Farizi pojok kanan dan Alfian Nur Fauzi pojok kiri sambil memegang piala berfoto bersama kakak Pembina Pramuka Gugus Depan 07 SMP Negeri 1 Tepus, Nurhayati. - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi.
28 Februari 2020 00:47 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-  Asosiasi pramuka Mont Dore, Kaledonia Baru atau Scout Laics de Nouvelle Caledonia mengajak 17 anggota penggalang dan 7 pembina pramuka di DIY, untuk datang merasakan suasana pramuka di Kaledonia Baru pada bulan Desember mendatang. Ternyata, tujuh dari anggota pramuka tersebut berasal dari, Tepus, Kabupaten Gunungkidul.

Dua diantaranya merupakan siswa SMP Negeri 1 Tepus Gunungkidul, Milano Al Farizi, 13, dan Alfian Nur Fauzi, 14. Saat ditemui disekolahnya, Milano mengungkapkan dirinya tak mengetahui kenapa dia dan rekannya bisa diajak berkunjung ke negara kepulauan yang terletak di Samudera Pasifik itu.

"Kami juga kurang tahu kenapa bisa terpilih untuk diajak kesana," kata Milano.

Usut punya usut, ternyata pada bulan Januari lalu, sebanyak 29 anggota dan 5 pembina dari Kaledonia Baru ikut dalam kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) di Taman Hutan Rakyat Bunder, Kecamatan Gading, Playen yang dilaksanakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Gunungkidul.

"Waktu Persami saya ikut, kita berbaur disana. Ketika disana kita sering diskusi bertukar budaya antara Jogja dan Kaledonia Baru seperti tentang kebudayaan, kesenian, pariwisata dan lainnya," ujarnya.

Alfian menambahkan saat Persami selama dua hari tersebut, dirinya mengaku cukup aktif komunikasi bersama para anggota pramuka Kaledonia Baru. Bahkan, hingga saat ini, mereka masih sering berkirim pesan dengan anggota-anggota pramuka beserta para pembina.

"Ternyata mereka senang berpramuka disini, mulai dari alamnya yang bagus, makanan-makanan tradisional yang disediakan ternyata mereka juga suka, dan juga mereka orangnya ramah-ramah," paparnya.

Selain mempersiapkan kondisi badan, Ia bersama Milano pun telah menyiapkan buah tangan khusus untuk teman-teman pramuka mereka tersebut saat bertandang ke Kaledonia Baru. Alfian menuturkan dirinya dan Milano pun tak menyangka bisa ke luar negeri lewat pramuka.

"Enggak menyangka kalau bisa ke Kaledonia Baru, saat diberitahu akan kesana, ya kami kaget, padahal tidak ada seleksi," ujarnya.

Seperti diketahui, kedua pelajar tersebut merupakan dari 20 pelajar pramuka di Gunungkidul yang penyandang predikat Pramuka Garuda yang merupakan tingkatan tertinggi dari golongan pramuka penggalang. Mereka diajak ke Kaledonia Baru merupakan program 'Sister City' antara Jogja dan Mont Dore, Kaledonia Baru. Nantinya, mereka akan diajak berkemah sambil mengenal budaya, seni, pariwistaa dan kepramukaan masing-masing.

Pembina Pramuka Gugus Depan 07 SMP Negeri 1 Tepus, Nurhayati mengaku bangga, dua anak didiknya tersebut bisa terpilih ikut serta dalam program Sister City tersebut. Menurut dia, diajaknya dua siswanya itu karena mereka cukup aktif saat mengikuti Persami bersama anggota Pramuka Kaledonia Baru pada Januari lalu.

"Dari suratnya mereka mengundang anggota pramuka yang mereka pilih sendiri, mungkin karena berkesan dengan mereka-mereka ini, anaknya aktif, bisa diajak komunikasi," ujarnya.

Ternyata, saat Persami yang diikuti 20 anggota pramuka penggalang dari Gunungkidul, hanya 7 anggota saja yang diajak. Dua pelajar tersebut merupakan anak didiknya. Sementara, lima pelajar lainnya berasal dari SMP lainnya.

"Nanti disana mereka akan ikut berpramuka selama dua minggu, dan semua biaya akomodasi dan lainnya selama disana akan ditanggung mereka," paparnya.

Ia berharap anak didiknya beserta lima pelajar lainnya dari Gunungkidul dan seluruh peserta pramuka DIY yang akan bertandang ke Kaledonia Baru bisa belajar dan mengetahui budaya masing-masing.