Vokalis Scorpions Mengenang Pertama Kali Kenal Indonesia

Band Musik Scorpions saat jumpa pers di Hotel Tentrem, Jogja.-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
01 Maret 2020 06:37 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Scorpions dan Whitesnake, dua band rock legendaris kelas dunia siap menggebrak panggung Jogjarockarta International Rock Music Festival #4 2020 pada 1 Maret 2020. Konser ini akan menjadi konser Jogjarockarta terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya karena banyak hal baru yang belum pernah dimunculkan. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Salsabila Annisa Azmi.

Sore itu di tengah kerumunan awak media massa di Eboni Lounge Tentrem Hotel, sang vokalis Scorpions, Klaus Meine, bercerita tentang pengalaman masa kecilnya menonton sirkus di tanah kelahirannya, Jerman. Sirkus itu lah yang membuatnya mengenal Indonesia untuk pertama kalinya. Meski baru saja menjalani masa pemulihan karena operasi ginjal, Klaus yang kini berusia 71 tahun itu tetap terlihat semangat memaparkan ceritanya.

"Saat masih kecil, saya nonton sirkus yang sangat menyenangkan. Di tengah sirkus itu ada band yang sangat saya sukai karena musiknya benar-benar cocok dengan atraksi. Namanya Tielmans Brothers, ternyata asalnya dari Indonesia," kata Klaus yang Sabtu (29/2) sore itu mengenakan kaus merah.
The Tielmans Brother merupakan band rock pertama asal Indonesia yang mendunia. Mereka eksis pada 1950an. Sejak saat itu Klaus terkesan pada Indonesia dan penasaran pada musik-musik di Indonesia. Klaus mengaku selalu ingin mengambil kesempatan tampil di Indonesia karena dia menyukai The Tielmans Brother.

Keinginannya pun kesampaian. Jakarta, Bandung, dan Bali adalah kota-kota di Indonesia yang pernah dikunjungi Scorpions untuk menggelar konser mereka. Klaus bahkan pernah berkolaborasi membuat lagu berjudul When You Came to My Life bersama Titiek Puspa dan James F Sundah.
"Dan ini pertama kalinya kami menggelar konser di Jogja. Tentunya kami akan sajikan konser yang berbeda. Kami berharap besok saat konser tidak hujan, supaya kalian lebih menikmati pertunjukan kami. Karena kemarin sore ketika kami sampai, di sini hujan," kata Klaus.

Dalam jumpa pers itu, Klaus mengungkap alasan Scorpions tetap eksis menghibur para penggemarnya selama lebih dari 50 tahun. Musik yang mereka unggah di Facebook ternyata digemari generasi masa kini. Melihat adanya regenerasi fans, api semangat mereka untuk come back semakin membara. Mereka akan menunjukkan semangat itu di Stadion Kridosono pada 1 Maret mendatang. "We will rock you like a hurricane!" kata Klaus sambil menyebut salah satu judul lagu Scorpions.

Sore itu seluruh personel Scorpions hadir dalam jumpa pers. Perlu usaha untuk mendatangkan mereka ke Indonesia, apalagi di tengah isu Virus Corona dan kondisi kesehatan Klaus.

Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia, perusahaan promotor musik yang mendatangkan mereka bercerita suatu hari ketika bulan-bulan persiapan, sekitar pukul 19.00 ia mendapat pesan singkat dari pihak manajemen Scorpions, band rock papan atas asal Jerman yang akan diundangnya manggung di Jogjarockarta #4 2020. "Anas, Please call me now," begitu pesan singkat melalui aplikasi Whatsapp itu berbunyi. Anas tak langsung membalas pesan itu, dia memilih tidur.

Alasannya karena takut menerima kabar buruk reschedule atau bahkan cancel, dari pihak manajemen Scorpions. Pasalnya, berita tentang wabah Virus Corona sudah merebak. Negara-negara di dunia kompak memperketat kunjungan turis dari Asia atau warga negaranya yang akan berkunjung ke Asia.
"Saya enggak berani tuh buka Whatsapp, baru saya balas pukul 05.00 WIB subuh. Perasaan udah enggak enak deh. Apalagi Klaus [vokalis Scorpions] kan habis operasi ginjal. Mereka pun membatalkan dua konser mereka di New Zealand dan Brisbane," kata Anas saat Jumpa Pers Jogjarockarta #4 2020, Sabtu.
Ketika diserbu pertanyaan tentang bagaimana pihak Rajawali Indonesia bisa meyakinkan band Scorpions manggung dengan formasi lengkap, Anas menjawab pihak manajemen band papan atas seperti Scorpions sangat profesional. Mereka melihat portofolio dan kisah sukses dari konser-konser artis internasional yang pernah diundang Rajawali Indonesia, dan mereka yakin manggung di Jogja untuk pertama kalinya.

"Setelah saya balas pesannya, ternyata bukan [hal buruk]. Ini akan menjadi konser Jogjarockarta terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kami akan sediakan satu panggung sangat besar, dan ada lidah panggungnya. Itu special request dari Scorpions," kata Anas.

Panggung Besar
Lebih jauh, Anas menjelaskan panggung Jogjarockarta #4 hanya akan ada satu. Namun ukurannya lebih besar dibanding sebelumnya. Panggung itu berukuran 34 meter dikali 12 meter. Selain itu ada lidah panggung sekitar sembilan meter untuk mendekatkan personil band yang tampil ke hadapan penonton. Tujuannya agar interaksi lebih hidup.

"Ditambah tata lampu yang megah, digital backdrop yang besar dan menarik, serta tata suara yang pastinya akan membuat dada para penonton bergetar. Huge and gigantic!" seru Anas.

Berbeda dari tahun sebelumnya, gelaran konser bertabur bintang rock papan atas ini menyediakan tribun VIP bagi penggemar yang ingin menyaksikan sambil duduk. Anas mengatakan saat ini tiket tribun VIP sudah sold out.

Nantinya, selain menyaksikan penampilan Scorpions, penonton juga akan menyaksikan penampilan Whitesnake. Jogjarockarta akan menjadi panggung kedua Whitesnake di Indonesia sejak tampil pertama kali 45 tahun yang lalu bersama God Bless. "Ini reuni mereka dengan Godbless," kata Anas.
Sang vokalis Whitesnake, David Coverdale, rencananya akan membawakan lagu-lagu Deep Purple, band rock legendaris yang hits pada 1960an. Seperti yang diketahui, David merupakan mantan personel Deep Purple. "Di sini kami nyicil dulu dengan David membawakan lagu-lagu Deep Purple. Harapannya semoga besok bisa undang Deep Purple," kata Anas.

Keseruan itu akan ditambah lagi dengan penampilan yang pasti dahsyat dari performer asal Mongolia, The Hu, dan juga penampilan para band asal Tanah Air seperti; God Bless, Death Vomit, Powerslaves, Navicula, hingga Kelompok Penerbang Roket. Untuk animo pembelian tiket, Anas mengatakan penjualan tiket sudah tembus di atas 10.000 tiket. (salsabila@harianjogja.com)