Advertisement

Batal Digelar di Masjid Gedhe Kauman, Acara Harlah NU Pindah ke Kampus UNU

Bhekti Suryani
Senin, 02 Maret 2020 - 18:37 WIB
Bhekti Suryani
Batal Digelar di Masjid Gedhe Kauman, Acara Harlah NU Pindah ke Kampus UNU Ilustrasi masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Rabu (21/11/2018). - Galih Yoga Wicaksono.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Kegiatan acara pengajian akbar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-94 Nahdlatul Ulama (NU) batal digelar di Masjid Gedhe Kauman.

Keputusan itu menyusul adanya penolakan dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja. Dalam Surat Peringatan Harlah ke-94 PCNU Kota Jogja yang diterbitkan Senin (2/3/2020), acara tersebut akhirnya dipindah ke kompleks Universitas Nahdlatul Ulama (NU) di Jalan Lowanu, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Acara yang bakal digelar pada Kamis (5/3/2020) itu rencananya akan dihadiri hingga 2.000 orang.

Ketua Panitia Acara, Sofwan, membenarkan lokasi acara dipindah ke Kampus UNU.

"Niat kami menyelenggarakan acara itu adalah untuk kebaikan, tujuan kami adalah menjalin silaturahim kepada semua komponen umat Islam termasuk Muhammadiyah untuk bersama-sama bergandengan tangan dalam berdakwah, tidak lain dari itu. Maka kalau ada respons yg justru menjauhkan dari niat awal kami ya kami harus kami hindarkan," kata Sofwan kepada Harianjogja.com, Senin (2/3/2020).

Menurutnya penolakan Muhammadiyah mungkin hanya karena persoalan komunikasi yang selama ini memang disadarinya kurang terjalin baik. "Mudah-mudahan ke depan komunikasi ini bisa diperbaiki ," tuturnya.

Dikatakan Sofwan tidak ada tujuan buruk dari pihaknya menggelar acara di Masjid Gedhe Kauman. Ia bahkan menyebut Muhammadiyah adalah saudara NU.

"Tidak ada tujuan lain dari itu, apalagi menguasai, atau mengganggu suadara kami Muhammaiyah," kata dia.

Sebelumnya Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja mengeluarkan surat berisi imbauan agar peringatan ke-94 Harlah NU tidak diadakan di Kauman.

Melalui surat yang dikirimkan kepada Kapolda DIY, Kapolresta Jogja, Kapolsek Gondomanan, Wali Kota Jogja, Ketua DPRD Jogja, Pimpinan Cabang NU Jogja, Takmir Masjid Gedhe Kauman, dan media massa; Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja Sholahuddin Zuhri mengatakan imbauan itu didasarkan atas beberapa pertimbangan, yakni kontroversi yang pernah ditimbulkan Gus Muwafiq beberapa waktu lalu dan penolakan warga Kauman yang mayoritas Muhammadiyah atas rencana peringatan Harlah NU di wilayah tersebut.

“Agar perayaan harlah berjalan kondusif, selayaknya [perayaan harlah] diselenggarakan di tempat yang tidak menimbulkan kontroversi,” kata Sholahuddin dalam surat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Catat Rekor, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi dalam Sewindu

News
| Senin, 06 Februari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement