Peringati SO 1 Maret, 30 Anak Ikuti Kemah Juang di Monjali

Kegiatan Kemah Juang di Monjali. - Ist
02 Maret 2020 12:27 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Dalam rangka memperingati SO (Serangan Oemoem) 1 Maret 2020, Jogja Adventure Kids (JAK) bekerjasama dengan Monjali menggelar kegiatan kemah Juang. Kemah ini diikuti 30 anak berusia 8-11 tahun, Sabtu-Minggu (29 Februari-1 Maret 2020).

Para peserta menjalani kegiatan dengan penuh semangat. Meskipun dalam kondisi hujan lebat, peserta Kemah Juang tetap bertahan di dalam tenda pleton. Mereka juga mengikuti simulasi kegiatan membuat ketapel, kamuflase, camp craft, memanjat menembus benteng musuh, sampai menyeberang dengan rakit.

Zaeni Mansyur selaku Koordinator Kemah Juang menyampaikan pada malam hari, panitia mendatangkan Suniyat (Veteran RI), yang pernah turun dalam operasi Seroja di Timor Timur. "Beliau berbagi cerita perjuangan mempertahankan kedaulatan kemerdekaan. Anak-anak antusias mendengar kisah itu, dalam lingkaran api unggun," katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (2/3/2020).

Keesokan harinya, peserta Kemah Juang bergabung mengikuti upacara bendera di halaman depan Monjali. Bersamaan dengan itu, bendera merah putih raksasa dikibarkan Mapala UPN "Veteran" di kerucut Monjali.

"Usai upacara, adik - adik belajar mengenal macam umbi-umbian, mencicipi olahannya dan menanam bibitnya. Seperti garut, tela pohon, singkong rambat, gembili, ganyong, uwi, talas. Kegiatan itu dilakukan di halaman belakang Museum," lanjutnya.

Menurut Zaeni, perjuangan NKRI, selain angkat senjata fisik dan diplomasi, dukungan dapur umum dan kemampuan bertahan hidup, mengenal macam ubian (polo pendhem) menjadi penting di masa perjuangan dan masa depan untuk meraih kedaulatan pangan Indonesia.