IZI DIY Resmikan Kampung Bina Ternak

Inisiatif Zakat Indonesia Perwakilan DIY dan Yayasan Baitul Maal PLN UIP JBT II memberi 10 ekor kambing dalam rilis kampung bina ternak di Dusun Ngaliyan Gunung A, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Jumat (28/2/2020).-Harian Jogja - Lajeng Padmaratri
02 Maret 2020 15:02 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan DIY bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II (UIP JBT II) meresmikan kampung bina ternak di Dusun Ngaliyan Gunung A, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Jumat (28/2/2020).

Kegiatan ini terlaksana pada tahun kedua program kampung bina ternak. Ada 10 ekor kambing peranakan etawa (PE) yang diberikan kepada 20 peternak dari Jamaah Al-Hikmah, Dusun Ngaliyan Gunung A, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh.

Perwakilan IZI DIY Izzudin menuturkan program ini tak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan ternak kepada warga, namun lebih jauh ingin supaya para pemuda kalurahan bisa sejahtera di wilayahnya sendiri.

Hal ini dilatarbelakangi dengan maraknya pemuda desa yang hijrah ke kota untuk mengadu nasib, hingga kampung halamannya kekurangan sumber daya manusia untuk pembangunan desa. “Desa jangan sampai kekurangan aset pemuda untuk membangun desa. Mudah-mudahan program ini bisa jadi alternatif pilihan hidup yang membuat pemuda tidak harus meninggalkan desa untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ucapnya, Jumat.

Di Kulonprogo ada sejumlah titik yang saat ini jadi tempat pengembangan peternakan kambing PE, mulai dari Girimulyo, Samigaluh, Kokap, Kalibawang, dan sebagian Pengasih. Namun, pemilihan lokasi kampung bina ternak di Ngargosari ini oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo dirasa tepat.

Kepala Seksi Produksi Peternakan Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Budi Sasongko menuturkan di wilayah ini peternak kambing PE sangat beruntung lantaran dikelilingi banyak pakar ternak.

Ketua Paguyuban Peternak Kambing PE Se-Kulonprogo sekaligus Ketua Kelompok Ternak Jamaah Al-Hikmah Ngaliyan Gunung A, Sutarto, menuturkan akan membagi dua kloter jamaah untuk merawat kambing yang diberikan. Hal ini lantaran ada 10 kambing yang diberikan pada 20 KK peternak.

Untuk 10 KK akan merawat 10 ekor kambing. Lalu setelah beranak, nanti dirawat 10 KK selanjutnya. Hasil beternak ini akan dibagi dengan pembagian 70% untuk penggaduh serta 30% untuk kas jemaah. Sutarto mengaku berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

Terlebih, bantuan kambing ini termasuk dalam kualitas bagus di grade-B. Tak hanya berpeluang mencetak bibit kambing yang tak kalah berkualitas, kambing ini juga dirasa layak untuk ikut kelas kontes.