Tak Perlu ke Kantor Dinas, Rapat di Kulonprogo Bisa Lewat Teleconference

Proses teleconference di ruang ruang pusat pengendali digital atau Command Room Center, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (3/3/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
04 Maret 2020 15:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Ruang pusat pengendali digital atau Command Room Center yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kulonprogo bakal segera beroperasi menyusul keberhasilan uji coba teleconference pada Selasa (3/3/2020).

Pemerintah Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih menjadi kalurahan pertama yang mengikuti uji coba ini. Jajaran Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo Kulonprogo dan seluruh perwakilan kapanewon yang berada di ruangan tersebut dapat berkomunikasi dengan Pemerintah Kalurahan Karangsari.

Komunikasi tidak dilakukan secara tatap muka maupun sambungan telepon, melainkan video call yang langsung tersambung antara petugas di ruang command room dengan pemerintah Karangsari.

"Uji coba kita berhasil, peralatan untuk teleconference milik pemerintah Karangsari sudah berfungsi dengan baik," ujar Kabid Aptika, Sutarman.

Sutarman mengatakan, uji coba ini adalah awal dari rencana pemanfaatan Command Room Center sebagai ruangan untuk teleconference antarinstansi pemerintahan di Kulonprogo. Terutama kantor pemerintahan di tingkat kapanewon dan kalurahan. Hal itu penting mengingat jarak antara pusat pemerintahan Kulonprogo di Kota Wates, dengan kantor-kantor kalurahan dan kapanewon terpaut cukup jauh.

"Kita bisa memfasilitasi rakor atau bimtek dengan kalurahan, jika membutuhkan narasumber dari pemkab, tak perlu narsum itu datang ke balai desa atau kalurahan terkait, cukup berkomunikasi langsung lewat teleconference ini," kata Sutarman.

Panewu Kalibawang Heri Darmawan, berharap hadirnya fasilitas teleconference bisa memberikan banyak manfaat terutama kemudahan, serta efisien untuk berkomunikasi dengan Pemkab Kulonprogo.

Dia juga mengatakan fasilitas ini perlu mendapat dukungan semua pihak agar benar benar bermanfaat dalam jangka panjang. "Dan tidak muspro, untuk itu perlu kesiapan infrastruktur ITnya, Sumber Daya Manusia (SDM), regulasi, maintenance dan sosialisasi,” ucapnya.

Pembangunan command center sendiri menelan anggaran sebesar Rp2,1 miliar.