Pabrik Sabu-Sabu di Seyegan Sleman Dibongkar, Pemilik Belajar dari Youtube

Ilustrasi - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
05 Maret 2020 21:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY menangkap produsen narkotika jenis sabu-sabu (SS) di Seyegan, Sleman, belum lama ini. Selain itu, petugas juga meringkus seorang wanita berinisial NW, 24, di sekitar Bandara Adisutjipto Jogja lantaran membawa SS seberat satu kilogram dalam penerbangan dari Batam menuju Jogja.

Pemilik usaha rumahan SS di Seyegan yang diringkus berinisial AC, 40. Dia membuat SS secara mandiri karena ingin memenuhi kebutuhannya sebagai pemakai. Dia belajar membuat SS setelah belajar tutorial dari kanal Youtube.

Kepala BNNP DIY Brigjen Pol. I Wayan Sugiri, menjelaskan pengungkapan pabrik sabu-sabu berawal dari informasi masyarakat terkait dengan gerak gerik AC dalam keseharian. Petugas kemudian mengintai AC sekitar sebulan. Setelah mendapatkan cukup bukti, AC kemudian diringkus dengan sejumlah barang bukti peralatan pembuat sabu-sabu. "Tim yang menggerebek mendapatkan sejumlah barang bukti pembuat sabu-sabu. Kategorinya home industri," katanya, Kamis (5/3).

Tersangka AC mengaku membuat SS untuk memenuhi kebutuhannya sebagai pecandu. Tujuannya agar lebih hemat dan tidak perlu membeli. Ia mengaku belum pernah menjual sabu-sabu buatannya. Ia mengaku sudah menghabiskan sekitar Rp2 juta untuk membeli bahan dan berbagai peralatan untuk memproduksi SS.

"Produksi mencoba-coba selama empat sampai enam bulan. Belum pernah saya isap karena warnanya kuning. Belum pernah sampai menjual," ucap AC di Kantor BNNP DIY.

Ia menyatakan kemampuan membuat sabu-sabu diperoleh dengan melihat tutorial di Youtube. Pria lulusan SMP ini berkali-kali gagal dalam membuat sabu-sabu tetapi terus mencoba. Produksi sabu-sabu itu dilakukan di dapur tempat tinggalnya. AC merupakan residivis kasus curanmor yang pernah dipenjara di 2014. Sehari-hari ia bekerja di tempat reparasi bengkel mobil. “Belajar dari Youtube digabung-gabungkan [materi belajarnya], tutorial ada di Youtube. Jadi membuat kalau gagal bikin lagi, besoknya mencoba lagi dengan melihat di Youtube," katanya.

Via Pesawat

Untuk tersangka NW yang tertangkap membawa sabu-sabu seberat satu kilogram, BNNP menyatakan pelaku merupakan kurir yang membawa sabu dari wilayah Sumatera untuk diedarkan di DIY. Petugas gabungan dari BNNP DIY, Bea Cukai serta dari pihak keamanan bandara mengintai tersangka sebelum ditangkap. Setelah tas digeledah kemudian ditemukan tiga paket sabu yang ditotal berat satu kilogram.

“Kami menangkapnya di sekitar bandara, begitu kami sudah melihat orang yang dimaksud dia langsung kami tangkap dan ditemukan satu kilogram sabu disimpan dalam plastik dimasukkan dalam ransel biasa tidak dimodifikasi,” kata Wayan Sugiri.

Petugas sengaja membiarkan tersangka untuk berjalan hingga keluar dari wilayah Bandara Adisutjipto dengan harapan pihak yang akan menerima barang bisa diringkus. Sayangnya, pihak penerima diduga sudah mengetahui keberadaan petugas, sehingga tak muncul. “Kami ingin menunggu kepada siapa tersangka memberikan sabu-sabu, tetapi mungkin pembelinya sudah melihat gerakan kami,” katanya.

Tersangka NW mengaku membawa barang tersebut dengan dimasukkan ke dalam tas. Di dalam pesawat ia tidak menitipkannya di bagasi, tetapi cukup ditaruh di kabin. Dia dijanjikan memperoleh Rp15 juta jika berhasil membawa sabu-sabu sampai ke tangan penerima. Akan tetapi baru dibayar senilai Rp5 juta, dia keburu tertangkap petugas. “Saya tenteng biasa sebagai barang bawaan lain. Sabu-sabu saya masukkan dalam plastik warna hitam. Saya berangkat dari Batam,” ucapnya. Dia mengaku dua kali menyelundupkan sabu-sabu lewat jalur udara. “Pertama ke Surabaya, aman, lalu balik lagi,” ujar wanita asal Aceh ini.