Catat, Ini Pelaksanaan Vaksin Rabies Gratis di Jogja

Ilustrasi rabies
06 Maret 2020 21:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Untuk melindungi masyarakat dari penyakit rabies, tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali menggelar pemberian vaksin rabies gratis pada anjing dan kucing. Dalam kegiatan ini, sekitar 3.000 vaksin disiapkan.

Kasi Bimbingan Usaha Budi Daya Kehewanan dan Perikanan Dinas Pertanian Kota Jogja, Dewi Rinasari, menjelaskan dalam pemberian vaksin ini, dinasnya lebih memprioritaskan anjing karena anjing dinilai lebih sulit ditangani. “Kalau anjingnya galak dan susah dipegang, kami pakai metode lain, semisal ditulup dengan bius,” ujarnya, Jumat (6/3/2020).

Anjing menjadi sasaran utama pemberian vaksin rabies karena sifatnya yang agresif sehingga lebih sering menggigit manusia. Berdasarkan catatannya, tahun lalu terdapat sekitar 20 laporan tentang gigitan anjing. “Tetapi bukan berarti kucing tidak, mereka juga kami suntik,” kata dia.

Pemberian vaksin akan dimulai pada Jumat sampai Rabu (10-22/4). Dengan menggandeng Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) DIY, dinasnya akan berkeliling ke 45 kelurahan se-Kota Jogja. Di masing-masing kelurahan, kata dia, akan disiapkan tiga petugas, satu orang dari PDHI DIY dan dua dari Dinas Pertanian Kota Jogja.

Dia menjelaskan masing-masing kelurahan dijatah sebanyak 50 dosis vaksin. Akan tetapi lantaran persebaran hewan di Kota Jogja tidak merata, maka akan diberlakukan subsidi silang. “Bagi kelurahan yang jumlah hewannya sedikit, sisa vaksin akan diberikan ke kelurahan yang hewannya banyak,” ucap Dewi.

Soal teknis pemberian vaksin, kata dia, tidak harus di kelurahan. Jika memang tidak memungkinkan, pemberian vaksin bisa di rumah, semisal karena anjing susah diajak keluar atau kucing terlalu banyak. Vaksin juga tidak diberikan pada hewan dalam kondisi tertentu, semisal sakit, hamil, menyusui, atau sudah divaksin di dokter hewan.

Ajang Promosi

Tahun lalu dinasnya menyiapkan sebanyak 4.500 dosis vaksin rabies, namun masih tersisa sekitar 2.000 dosis. Sisa ini akan kembali dipakai ditambahi pengadaan baru sebanyak 1.000 dosis. “Pemberian vaksin rutin kami lakukan setiap tahun juga untuk mempertahankan Jogja kota bebas rabies,” kata dia.

Pemberian vaksin secara cuma-cuma ini, selain untuk mendata dan mengedukasi masyarakat terkait kesehatan hewan, juga mempromosikan poliklinik hewan yang dimiliki Pemkot Jogja yang bisa melayani operasi, rontgen, rawat inap dan lainnya, sehingga harapannya ikut berkontribusi bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan untuk menjaga masyarakat dari rabies juga perlu ditegakkannya aturan tidak boleh memperjual-belikan daging anjing. "Kami ada peraturan menteri terkait daging yang boleh dimakan dan tidak. Anjing tidak masuk bahan pangan yang bisa diolah di indonesia. Daging anjing mengandung banyak kuman, apalagi yang cara penyembelihannya tidak lazim," ujarnya.