Rencana Penutupan Sementara Pasar Hewan Harus Dikaji

Kegiatan panen pedet di Pasar Siyonoharjo, Senin (7/5/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
07 Februari 2020 21:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Untuk memutus penyebaran antraks, Pemkab Gunungkidul berencana menutup sementara pasar hewan yang ada di Bumi Handayani. Untuk meminimalkan dampak yang bakal timbul, Dewan meminta Pemkab mengkaji secara matang rencana itu.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, menyetujui rencana penutupan sementara pasar hewan agar penyebaran virus antraks tak semakin meluas. Meski demikian, Heri meminta ada solusi agar penutupan pasar tak merusak perputaran hewan ternak di Gunungkidul.

"Penutupan jelas berdampak pada perekonomian di pasar hewan, oleh karena itu harus ada solusi nyata dari Pemkab. Jangan sampai penutupan merusak peternakan di Gunungkidul. Harga ternak di pasar yang hancur sangat merugikan peternak," kata Heri kepada Harian Jogja, Jumat (7/2/2020).

Menurut Heri, Pemkab harus memikirkan beberapa hal sebelum menutup sementara pasar hewan. "Peternak mau menjual hewan ternak ke mana kalau Pasar Hewan Siyono, Playen; Pasar Munggi di Semanu serta Pasar Trowono ditutup. Bagaimana nasib peternak dan pedagang?" ujarnya.

Selain itu, masyarakat yang tidak terdampak langsung dengan adanya kasus antraks seperti pedagang daging dan pedagang makanan berbahan dasar daging olahan seperti bakso juga bakal dirugikan.

"Saya berpendapat Pemkab silakan menutup pasar hewan yang ada di zona merah antraks, tetapi di luar itu sebaiknya jangan ditutup. Toh, petugas sudah aktif memvaksin ternak di pasar hewan," kata Heri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengungkapkan rencana penutupan sementara pasar hewan baru sebatas kajian. Menurutnya, penutupan tersebut bertujuan untuk memotong mata rantai penyebaran antraks. "Saat ini sedang dikaji oleh beberapa tim. Penutupan sementara untuk mengantisipasi peredaran daging yang tidak diinginkan," kata dia.

Johan mengungkapkan jajarannya juga menyediakan dokter hewan yang memantau perkembangan ternak yang diperdagangkan di sejumlah pasar hewan seperti di Pasar Munggi, Kecamatan Semanu dan Pasar Siyono, Playen. "Kami memastikan di dua pasar hewan terbesar di Gunungkidul itu ada dokter hewan yang berjaga," kata Johan.