Perempuan yang Tewas Mengenaskan di Sebuah Hotel di Concat Adalah Pekerja Seks Online

Ilustrasi pembunuhan - JIBI
06 Maret 2020 14:52 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Polisi menyebut seorang perempuan yang tewas mengenaskan di sebuah hotel di Sleman diduga merupakan pekerja seks komersial. Muncikari yang diduga mempekerjakan korban telah diperiksa polisi.

Seorang wanita ditemukan meninggal dunia bersimbah darah di salah satu hotel di Condongcatur (Concat), Depok, Sleman Kamis (5/3/2020) 02.10 dini hari. Korban diduga menjadi korban aksi pembunuhan.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan jika korban atas nama Siti Baniyah alias SB, 37, asal Kembaran, Kalikajar, Wonosobo. Korban ditemukan di lorong oleh kedua rekan korban yang sesama perempuan. Sebelumnya, keduanya sempat mendengar korban berteriak.

"Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan oleh polisi, korban dan kedua saksi diduga merupakan pekerja seks komersial online. Dua orang saksi dan satu muncikari sudah diperiksa, pihak hotel dan security juga sudah dilakukan pemeriksaan, termasuk informasi dari CCTV juga sudah dikumpulkan," ujar Rizky, Jumat (6/3/2020).

Saat kejadian tragis menimpa SB, dua rekan korban sedang berada di kamar. SB sempat mengatakan jika ia masih ada tamu hingga akhirnya datanglah pelaku ke kamar korban.

Pelaku diduga mempunyai hubungan dengan korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari kedua saksi, mereka tidak mengetahui jika pelaku merupakan tamu dari korban.

"Pelaku menggunakan belati berukuran kurang lebih 10 cm, senjata tajam milik pelaku juga tertinggal di kamar, korban diduga melakukan perlawanan saat pelaku ingin menghabisi nyawanya di kamar. Barang-barang korban di kamar juga masih tertinggal seperti pakaian, handphone, dan barang pribadi lainnya," ungkap Rizky Ferdiansyah.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo mengatakan jika korban mengalami luka sayatan senjata tajam di leher, punggung kiri, dan siku kanannya. Korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan darah.

"Berdasarkan hasil autopsi yang sudah dilakukan, ada empat luka terbuka di leher akibat sayatan senjata tajam. Di punggung kiri satu buah. Di siku kanan satu buah, pelaku diduga mengincar leher korban," terangnya.

Dalam menjalankan aksinya pelaku sengaja memilih waktu saat dini hari ketika jam orang sudah terlelap dan pemeriksaan oleh pihak security juga tidak terlalu intensif dilakukan.

"Evaluasi sistem penerimaan tamu juga harus dilakukan. Usai menjalankan aksinya pelaku tidak kembali ke lobby. Pelaku juga tidak menggunakan lift. Pelaku memilih jalan keluar melalui tangga darurat," tutupnya