Lahan Padi Terendam, Petani di Semanu Terancam Gagal Panen

Camat Semanu Huntoro Purbo Wargono (mengenakan topi) meninjau lokasi banjir yang merendam area persawahan di Dusun Semenu Kidul, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Minggu (8/3/2020). - Istimewa/Dokumen Kecamat Semanu
08 Maret 2020 18:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Gunungkidul, Sabtu (7/3/2020) merendam lahan pertanian di Kecamatan Semanu. Di Dusun Semanu Kidul, Desa Semanu, lahan pertanian terendam hingga setinggi 1,3 meter. Dampaknya, petani terancam gagal panen.

Kepala Dusun Semanu Kidul, Mujiyana, mengatakan lahan yang terendam air mencapai 1,25 hektare. Akibat banjir yang terjadi, padi yang ditanam petani terancam membusuk apabila air tidak cepat surut. “Kalau terus menerus tergenang kami bisa gagal panen,” kata Mujiyana, Minggu (8/3/2020).

Menurut dia, padi yang ditanam saat ini sudah memasuki masa panen. Meski demikian petani belum sempat memanen dan sudah terendam air. Dia menjelaskan banjir terjadi dikarenakan hujan deras yang mengguyur Sabtu malam. “Mudah-mudah cepat surut sehingga padi yang ditanam bisa diselamatkan,” katanya.

Mujiyana menuturkan di lahan yang terenang merupakan langganan banjir. Hampir setiap tahun saat terjadi hujan deras dengan durasi waktu yang lama di lokasi tersebut sering kebanjiran. “Lokasinya lebih rendah daripada wilayah lain. Jadi, saat hujan turun air dari delapan dusun masuk ke area persawahan yang terendam,” katanya.

Selain hujan dan lokasi yang lebih rendah, genangan sulit surut karena luweng (gua vertikal) yang berada di sekitar lokasi tidak mampu menampung debit air sehingga menimbulkan banjir. “Mudah-mudahan ada solusi agar area tersebut tidak menjadi langganan banjir,” kata Mujiyana.

Camat Semanu, Huntoro Purbo Wargono, menyatakan jajarannya sudah meninjau lahan yang kebanjiran di wilayah Desa Semanu. “Hingga Minggu siang airnya belum surut,” katanya.

Huntoro berharap kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul atau organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Pemkab untuk menormalisasi luweng. Menurut dia, luweng di sekitar lahan yang kebanjiran butuh diperbaiki sehingga bisa menampung debit air hujan sehingga banjir bisa diatasi. “Lubang luweng hanya kecil sehingga tidak bisa menampung air secara maksimal hingga akhirnya terjadi genangan di sawah,” katanya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, membenarkan adanya area lahan padi yang tergenang banjir di Dusun Semanu Kidul, Desa Semanu. Menurut dia, total area yang terendam mencapai 1,25 hektare. “Untuk saat ini baru wilayah Semanu. Daerah lain seperti Gedangsari masih aman,” katanya.