Amankan Gejayan Memanggil, Polres Sleman Terjunkan 300 Personelnya

Massa berkumpul di simpang tiga Gejayan-Colombo, Senin (9/3/2020)./ Harian Jogja - Rahmat Jiwandono
09 Maret 2020 14:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Polres Sleman menurunkan 300 personel guna mengamankan aksi unjuk rasa bertajuk #GejayanMemanggil yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa gabungan dari sejumlah kampus di simpang tiga Gejayan, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, Senin (9/3/2020).

Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansyah mengatakan jika personel yang diturunkan untuk mengamankan aksi menolak rancangan undang-undang omnibus law yang dinilai menjadi polemik di masyarakat tersebut juga berasal dari jajaran Polda DIY.

"Kami dibantu oleh 400 personel Polda DIY, namun personel dari Polda hanya untuk mem-back up, tetapi kami mengedepankan kawan-kawan di lalu lintas [Satlantas] untuk merekayasa arus. Kami juga andalkan tim negasiator mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Rizki, Senin (9/3).

Aksi yang digelar oleh sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) seperti UGM, UMY, UNY, dan Universitas Sanata Dharma (USD) juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian melalui kooordinator lapangan (korlap) masing-masing. Simpang tiga Gejayan dinilai menjadi tempat yang “seksi” bagi sejumlah mahasiswa untuk dijadikan tempat berorasi

Massa aksi yang tiba di simpang tiga Gejayan sekitar pukul 12.00 WIB tersebut mendapatkan izin dari Polres Sleman untuk menggelar aksi unjuk rasa hingga pukul 17.00 WIB. Menurut Rizki, dari aksi yang sudah dilakukan sebelumnya mahasiswa mentaati peraturan yang sudah disepakati kedua belah pihak.