Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, WONOSARI - Jelang pilkada tahun ini, dinamika politik di Gunungkidul masih sangat cair. Selain belum memastikan calon yang akan diusung, partai politik juga belum menentukan arah koalisi karena hingga sekarang masih sebatas komunikasi.
Berdasarkan raihan kursi di DPRD Gunungkidul, hanya PDI Perjuangan dan Nasdem yang bisa mengusung calon sendiri. Sementara itu, enam partai lainnya seperti PAN, Golkar, Gerindra, PKB, PKS dan Demokrat harus membentuk koalisi agar bisa mengusung calon di pilkada.
Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, untuk bisa mengusung calon, partai politik harus memiliki sembilan wakil di DPRD. Menurut dia, dengan hanya memiliki lima kursi di DPRD, Golkar tidak bisa mengusung calon sendiri dalam pilkada. “Satu-satunya jalan untuk maju, kami harus berkoalisi dengan partai lain,” kata Heri, Rabu (11/2/2020).
Menurut dia, partainya sudah membuka komunikasi politik dengan partai lain. Sebagai contoh pada saat penjaringan bakal calon kepala daerah, pengurus dari DPD PAN hadir untuk mengantar wakil Bupati Gunungkidull, Immawan Wahyudi ikut dalam penjaringan. Heri mengakui, komunikasi tidak hanya dilakukan dengan satu partai karena semuanya juga menjalin hubungan yang baik.
Meski demikian, lanjut dia, hingga saat ini belum ada kepastian untuk maju bersama karena masih dalam tahap penjajakan. “Untuk koalisi belum. Jadi, semua masih sangat mungkin terjadi,” ungkapnya.
Disinggung mengenai calon yang akan diusung, Heri mengakui masih menunggu rekomendasi dari DPP. Ia pun menyakini, dalam waktu dekat akan turun rekomendasi terkait dengan calon yang diusung di pilkada. “Kemungkinan akhir bulan dan mudah-mudahan untuk koalisi bisa segera terbentuk,” katanya.
Ketua DPC PKB Gunungkidul, Sutiyo menuturkan, partainya terus membuka komunikasi politik dengan partai lain. Hanya saja, tataran masih sebatas penjajakan dan belum mengerucut untuk berkoalisasi. “Masih ada waktu. Lagian, partai lain juga belum jelas siapa yang diusung. Jadi, pada waktunya nanti pasti koalisi akan terbentuk,” katanya.
Menurut dia, untuk pilkada, PKB akan realistis dan tidak akan ngotot mengajukan kader internal sebagai bakal calon. “Kita hanya miliki empat kursi. Jadi, calon yang diusung tidak harus dari internal partai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
27 Juli, peringati Kudatuli, Hari Sungai Nasional, dan Hari Orang Tua. Pelajari sejarah dan makna di balik tanggal penting ini.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
BMKG memprakirakan cuaca DIY cerah berawan hingga Selasa pagi. Suhu mencapai 32 derajat Celsius dengan potensi angin kencang di selatan.