MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Gapura dari botol bekas berdiri di ruang publik di Desa Wisata Sukunan seperti terlihat Rabu (26/9/2018). Seni instalasi ini menjadi bagian dari produk limbah olahan warga bersama stakeholder. Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah desa wisata di Sleman saat ini terpukul. Selain wabah virus Corona, pembatasan kegiatan outbond di luar sekolah menyebabkan jumlah wisatawan yang datang menurun drastis.
Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Desa Wisata Sleman Doto Yogantoro mengatakan secara umum terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke desa-desa wisata. Kondisi tersebut tidak terlepas dari wabah virus Corona atau Covid-19 yang melanda dunia.
"Banyak yang rencana kunjungan wisatawan yang cancel. Kondisi ini hampir semua kena, baik lokal maupun nasional," jelasnya kepada Harian Jogja, Kamis (12/3/2020).
Menurut Ketua Desa Wisata Pentingsari ini, adanya Surat Edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait penanganan Virus Corona menyebabkan sejumlah sekolah di Jakarta membatalkan rencana kunjungannya.
Berdasarkan catatannya, terdapat enam grup rombongan wisata yang membatalkan kunjungan ke Pentingsari. Adapun lima group rombongan memilih untuk menjadwal ulang rencana kunjungan. Hal itu tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang tidak membolehkan studi wisata.
"Yang banyak cancel Maret ini, yang jadwal April masih melihat perkembangan. Kerugiannya sekitar Rp100 jutaan. Kami berharap kondisi ini segera berubah," katanya.
Menurut Doto, desa wisata yang paling terdampak kondisi saat ini adalah desa wisata yang menyediakan layanan susur sungai dan outbond. Desa Wisata ini tersebar di wilayah Turi seperti Desa Wisata Pancoh, Pulesari, Garongan, Grogol dan lainnya.
"Selain larangan kegiatan susur sungai dan wabah Corona, sebentar lagi mereka menghadapai Ramadan. Kalau yang di sekitar Turi kerugian yang ditanggung antara Rp200 juta hingga Rp500 juta," katanya.
Hal itu diakui oleh Ketua Desa Wisata Pulesari Didik Irwanto. Menurut Didik, jumlah wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Pulesari selama ini memang tidak banyak. Penderitaan muncul setelah tragedi Susur Sungai Sempor siswa SMP N 1 Turi yang menyebabkan 10 siswi tewas dan puluhan siswa lainnya terluka.
"Setelah peristiwa itu, banyak yang cancel. Jumlahnya lebih dari 10 group atau sekitar 1.500 orang," katanya.
Akibatnya, kata Didik, desa wisata tersebut mengalami kerugian hampir Rp200 jutaan. Kondisi tersebut berdampak semakin merosotnya pendapatan warga sekitar desa wisata tersebut karena tak ada lagi mendapat pemasukan.
Tidak adanya wisatawan ke lokasi, katanya, akibat kebijakan pemerintah yang gebyah uyah dengan melarang aktivitas susur sungai. Kebijakan tersebut sangat merugikan para pelaku wisata. Padahal, katanya, setiap sungai memiliki karakter berbeda-beda.
"Yang perlu dilakukan adalah peninjauan kebijakan. Tidak digebyah Uyah. Sebaiknya pemerintah meninjau kondisi di lapangan karena karakter sungai tidak semuanya sama," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.