Sultan Belum Memutuskan Menutup Sekolah

Gubernur DIY Sri Sultan HB X berdiskusi dengan sejumlah pejabat Pemda DIY saat meninjau Lapangan Kenari, Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Jogja, Rabu (5/2/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
15 Maret 2020 17:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY menyatakan belum membuat keputusan untuk menutup proses pembelajaran di sejumlah sekolah di DIY. Rencana keputusan ini masih dalam pembahasan lebih lanjut.

Sultan mengatakan DIY belum memutuskan untuk melakukan penutupan sekolah atau meliburkannya agar belajar di rumah. Rencana kebijakan ini masih dalam pembahasan. Sultan berharap ada jaminan dari orang tua, jika nantinya diputuskan siswa tidak bersekolah tetapi harus benar-benar belajar di rumah dan tidak bermain-main.

“Kami belum memutuskan sekolah itu ditutup atau tidak, karena kami ingin jaminan dari publik, kalau memang ditutup anak di rumah atau juga malah pergi kemana-mana. Kalau pergi ke mana-mana ya sami mawon resikonipun [risikonya sama saja], daripada begitu lebih baik sekolah jelas dari pagi sampai siang tidak dolan [tidak bermain]. Hal seperti ini kan harus jadi pertimbangan yang memungkinkan kita bisa lebih efektif dan efisien dalam mencegah,” katanya dalam konferensi pers di Kepatihan, Minggu (15/3/2020).

Terkait penganggaran, untuk biaya seseorang yang dinyatakan positif sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan akan ditanggung oleh Pemda DIY bersama kabupaten dan kota.

“Nah ini yang penting bagi kita menyangkut anggaran kalau seseorang dinyatakan positif, itu ditanggung oleh Pemerintah Pusat, tetapi kalau dilakukan pemeriksaan itu ternyata tidak positif itu BPJS tidak mau menanggung di situ sudah ada pengobatan. Kami sepakat itu dibantu pemda, kedua kami di provinsi maupun kabupaten dan kota siap untuk membiayai dalam proses untuk menjaga masyarakat Jogja tetap sehat,” ujarnya.