Viral Warga Berebut Air Bekas Cucian Pusaka di Keraton Kasepuhan Cirebon
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X berdiskusi dengan sejumlah pejabat Pemda DIY saat meninjau Lapangan Kenari, Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Jogja, Rabu (5/2/2020)./Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY menyatakan belum membuat keputusan untuk menutup proses pembelajaran di sejumlah sekolah di DIY. Rencana keputusan ini masih dalam pembahasan lebih lanjut.
Sultan mengatakan DIY belum memutuskan untuk melakukan penutupan sekolah atau meliburkannya agar belajar di rumah. Rencana kebijakan ini masih dalam pembahasan. Sultan berharap ada jaminan dari orang tua, jika nantinya diputuskan siswa tidak bersekolah tetapi harus benar-benar belajar di rumah dan tidak bermain-main.
“Kami belum memutuskan sekolah itu ditutup atau tidak, karena kami ingin jaminan dari publik, kalau memang ditutup anak di rumah atau juga malah pergi kemana-mana. Kalau pergi ke mana-mana ya sami mawon resikonipun [risikonya sama saja], daripada begitu lebih baik sekolah jelas dari pagi sampai siang tidak dolan [tidak bermain]. Hal seperti ini kan harus jadi pertimbangan yang memungkinkan kita bisa lebih efektif dan efisien dalam mencegah,” katanya dalam konferensi pers di Kepatihan, Minggu (15/3/2020).
Terkait penganggaran, untuk biaya seseorang yang dinyatakan positif sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan akan ditanggung oleh Pemda DIY bersama kabupaten dan kota.
“Nah ini yang penting bagi kita menyangkut anggaran kalau seseorang dinyatakan positif, itu ditanggung oleh Pemerintah Pusat, tetapi kalau dilakukan pemeriksaan itu ternyata tidak positif itu BPJS tidak mau menanggung di situ sudah ada pengobatan. Kami sepakat itu dibantu pemda, kedua kami di provinsi maupun kabupaten dan kota siap untuk membiayai dalam proses untuk menjaga masyarakat Jogja tetap sehat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
APBD Perubahan Bantul 2026 menaikkan pendapatan Rp28 miliar dan belanja Rp50 miliar, membuat defisit bertambah menjadi Rp154 miliar.
"Menunggu pesan ini" di WhatsApp muncul karena proses enkripsi belum selesai. Cek penyebab dan cara mengatasinya dengan update aplikasi dan koneksi stabil
APBD Perubahan DIY 2026 masih dibahas. Pendapatan diproyeksi turun Rp684 miliar menjadi Rp4,53 triliun.
Norwegia naik 12 posisi ke peringkat 19 FIFA setelah mencapai perempat final Piala Dunia 2026, menjadi tim dengan lonjakan terbesar.
Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 18 orang dan membuat 384 pelancong belum diketahui keberadaannya.