Sederet Agenda Pariwisata Gunungkidul Ditunda

Wisatawan menikmati keindahan Pantai Watu Nene di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Selasa (11/6/2019) - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
15 Maret 2020 11:47 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul terus memantau perkembangan pencegahan dan penanganan Covid-19 hingga saat ini. Kebijakan teranyar, sesuai arahan Pemda DIY, Dispar akan menunda sementara waktu event-event pariwisata di Bumi Handayani, yang berpotensi mengumpulkan banyak orang dalam satu titik.

"Sementara ini ada arahan untuk menunda event besar yang menjadi titik pertemuan masyarakat," kata Kepala Dispar Gunungkidul, Asty Wijayanti saat dikonfirmasi pada Minggu (15/3/2020).

Asty menuturkan untuk batas waktu penundaan sementara hingga aturan pencegahan lainnya, pihaknya masih menunggu kebijakan yang akan dikeluarkan secara resmi oleh Bupati Gunungkidul bersamaan dengan arahan dalam rapat koordinasi bersama Gubernur DIY. "Surat resmi kami tunggu dari Bupati besok, sekarang masih rakor dengan Gubernur," paparnya.

Namun hingga saat ini, walaupun ada arahan penundaan sementara, pihaknya memastikan destinasi wisata di Gunungkidul belum ada kebijakan untuk dilakukan penutupan. Pihaknya hanya meminta agar para pelaku wisata untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam memberikan keamanan dan kenyamanan kepada wisatawan.

"Untuk destinasi wisata di Gunungkidul belum ada kebijakan penutupan, tapi tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan," paparnya.

Asty menambahkan terkait penanganan tersebut, pihaknya akan selalu memperbaharui informasi jika ada kebijakan-kebijakan terbaru terkait perkembangan situasi terkini dan terus berkoordinasi dengan posko terpadu pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 DIY.

Beberapa event pariwisata yang ditunda seperti pada tanggal 21-22 Maret senam massal, parade karawitan anak di kawasan wisata air terjun Sri Getuk; lomba cipta menu pangan, parade seni kerakyatan, hingga festival musik etnik di Geosite Ngingrong; festival rock fishing di pantai Gunungkidul hingga event besar pada bulan April Gunung Sewu Runtastic 2020 di Geosite Ngingrong. "Gunung Sewu Runtastic 2020 juga akan kita tunda," paparnya.

Pengurus Pokdarwis Destinasi Digital Telaga Jonge, Desa Pacarejo, Semanu, Yudhi Prasetyo mengungkapkan arahan untuk menghentikan sementara event yang ada di obyek wisata sudah diterima. Pihaknya pun berkomitmen akan menaati kebijakan tersebut. "Kalau event besar kami memang tidak ada, hanya ada event kecil seperti musik hiburan untuk pengunjung saja," paparnya.

Namun, ia memastikan obyek wisata Jonge tidak terlalu berdampak virus covid-19 pada kunjungan wisatawan. "Tapi kami tetap meningkatkan kewaspadaan, kami berikan himbauan dan menyediakan alat cuci tangan seperti air bersih, handsanitaizer dan lain sebagainya," pungkasnya.