Catat, Ini Dia Museum di Bantul yang Tutup dan Masih Buka

Pengunjung sedang menyaksikan koleksi Museum Coklat Monggo. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
19 Maret 2020 18:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 11 museum di Bantul tak beroperasi sebagai dampak kebijakan pencegahan risiko penyebaran virus Corona. Penutupan museum sebagian besar dilakukan sampai 31 Maret ini.

Ketua Forum Komunikasi Museum Bantul (FKPM) Gatot Nugroho mengatakan penutupan museum dilakukan sebagai bagian dari anjuran pemerintah untuk mengurangi kegiatan yang bisa mengundang banyak orang atau kerumunan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Padahal hampir sebagian pengunjung museum adalah pelajar sekolah.

Dia mencontohkan Museum HM Suharto di Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul dalam sehari bisa dikunjungi hingga 500 0rang.

Gatot menambahkan bulan ini ada rombongan yang akan berkunjung tetapi batal karena ada wabah Corona. “Banyak rombongan yang membatalkan kunjungan dari SMP dan SMA di DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” kata Gatot.

Pembatalan kunjungan rombongan pelajar yang hampir merata dari berbagai daerah membuat pengelola museum untuk menutup sementara sampai situasi penyebaran wabah Corona mereda. Disinggung soal kerugian, Gatot yang juga merupakan Kepala Museum HM Soeharto ini belum bisa memprediksinya karena penutupan baru berlangsung sejak 18 Maret lalu. “Jika dalam sehari rata-rata 500 pengunjung dan tiap pengunjung katakanlah membelanjakan uangnya Rp25.000 tinggal dikalikan saja kerugiannya,” ucap Gatot.

Selain museum HM Soeharto, museum lainnya yang tutup adalah museum Wayang Beber Sekartaji, museum Gumuk Pasir, museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI, dan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Selain 11 museum yang tutup sementara, ada juga beberapa museum yang masih buka, di antaranya adalah museum Tembi Rumah Budaya, museum Wayang Kekayon, museum History of Java, museum Cokelat Monggo, dan museum Sejarah Purbakala Pleret.

Kepala Humas Museum History of Java, Ki Bambang Widodo mengatakan museum yang ada di Jalan Parangtritis, Sewon itu tetap buka setiap hari meski pengunjungnya sepi. Dalam sehari pengunjung yang masuk museum tersebut sejak dua pekan terakhir lima orang sampai 15 orang. Padahal sebelumnya dalam sepekan bisa sampai 600 orang pengunjung yang didominasi oleh pelajar.

“Selama 2019 ada 29.318 orang berkunjung ke museum kami. Jumlah tersebut tidak termasuk 2.000 pengunjung saat Lomba Dakon pada November 2019 lalu.

Museum di Bantul yang Tutup

1. Museum HM. Soeharto, Kecamatan Sedayu.

2. Museum Wayang Beber Sekartaji, Kecamatan Bambanglipuro.

3. Museum Gumuk Pasir, Kecamatan Kretek.

4. Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI, Kecamatan Kasihan.

5. Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Kecamatan Banguntapan.

6. Museum Taman Tino Sidin, Kecamatan Kasihan.

7. Museum Tani Jawa Indonesia, Kecamatan Imogiri.

8. Museum Bantul Masa Belanda, Kecamatan Bambanglipuro.

9. Museum Sumber Karahayon, Kecamatan Pleret.

10. Museum Batik Cipto Wening, Kecamatan Imogiri.

11. Museum Pesisir Pantai Selatan, Kecamatan Srandakan.

Museum yang Tetap Buka

1. Museum Tembi Rumah Budaya, Kecamatan Sewon.

2. Museum Wayang Kekayon, Kecamatan Banguntapan.

3. Museum History of Java, Kecamatan Sewon.

4. Museum Cokelat Monggo, Kecamatan Kasihan.

5. Museum Sejarah Purbakala, Kecamatan Pleret.