MUI Sleman: Masjid di Sleman Masih Gelar Salat Jumat

Sejumlah awak media mendengarkan penjelasan mengenai satu pasien rujukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Rabu (29/01/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
19 Maret 2020 18:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sleman memastikan seluruh masjid di Bumi Sembada tetap menggelar salat Jumat berjemaah. Warga yang sedang sakit dianjurkan untuk melaksanakan salat zuhur di rumah.

Sekretaris Umum MUI Sleman Arif Mahfud mengatakan hingga kini belum ada laporan soal masjid di Sleman soal larangan menggelar salat Jumat secara berjemaah. Alasannya, Sleman sampai saat ini bukan termasuk daerah yang dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19.

"Sebenarnya Dewan Masjid Indonesia yang mengoordinasi hal ini. Tetapi sejauh ini, belum ada laporan adanya masjid yang tidak menggelar salat Jumat berjemaah. Semua masjid masih menggelar salat Jumat berjemaah," katanya, Kamis (19/3/2020).

Kendati begitu, MUI tetap mengingatkan warga untuk tetap hati-hati dan waspada dengan kondisi saat ini. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, MUI meminta agar jemaah masjid untuk memperhatikan kerenggangan saf. Jemaah juga diminta untuk membawa perlengkapan solat sendiri-sendiri. "Kami juga meminta agar masjid tetap dibersihkan setiap hari dan menyediakan sabun cair bagi jemaahnya," kata Arif.

Adapun warga yang sedang sakit dihimbau untuk tidak memaksakan diri mengikuti solat Jumat di masjid. Bagi jemaah yang mengalami flu, batuk dan pilek dianjurkan menggunakan masker. "Kalau yang demam atau kondisi kesehatannya tidak baik, kami sarankan untuk tidak solat di masjid dulu, ya saling menjaga diri. Ini hanya imbauan [lisan], bukan keputusan [tertulis]," kata Arif.

Terpisah, Takmir Masjid Agung Sudirohusodo Sleman Agaerul menyatakan salat Jumat berjamaah tetap dilaksanakan di masjid itu. Hanya durasi salat diperpendek dari biasanya. "Kami gelar hanya 20 menit. Saya sudah sampaikan ke katib maksimal salat 15 menit, kalau sebelumnya antara 20 hingga 30 menit," katanya.

Adapun materi yang akan disampaikan, kata dia, adalah menyangkut soal Covid-19. Langkah tersebut dilakukan sebagai sosialisasi bagi warga yang belum memahami virus tersebut.

Tak hanya itu, takmir juga menyediakan hand sanitizer bagi jamaah yang membutuhkan. "Jemaah salat Jumat kami antara 1.500 hingga 2.000 orang. Paling banyak dari PNS. Kami anjurkan untuk membawa sajadah dari rumah," katanya.