Kabar Gembira, Pasien Anak Positif Covid-19 di Jogja Dinyatakan Sembuh

Foto ilustrasi. - Antarafoto
20 Maret 2020 11:42 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Salah satu pasien anak positif corona (Covid-19) dinyatakan sembuh setelah melalui proses tes yang menghasilkan negatif sebanyak dua kali. Pasien yang sebelumnya sempat dirawat di Ruang Isolasi RSUP Sardjito bersama kedua orangtuanya yang juga pasien dalam pengawasan (PDP) itu diperbolehkan pulang.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan pasien nomor 01 yang merupakan anak yang ditetapkan positif pertama kali di DIY, kondisinya terus membaik. Hingga pada Jumat (20/3/2020) hasil laboratorium telah menunjukkan negatif untuk kedua kalinya. Oleh karena itu pasien tersebut telah diperbolehkan pulang, tetapi dalam pemantauan oleh RSUP Sardjito.

"Kabar gembira hari ini. Kasus 01 [kasus Covid-19 untuk wilayah DIY] telah dinyatakan negatif dua kali, kondisi sehat dan telah diperbolehkan pulang oleh RSS [RSUP Sardjito]," katanya Jumat (20/3/2020).

Pasien anak tersebut sebelumnya juga dirawat di Ruang Isolasi RSUP Sardjito bersama kedua orangtuanya yang masuk dalam PDP. Kedua orangtuanya dinyatakan negatif. Keluarga ini sebelumnya melakulan bepergian ke Depok, Jawa Barat.

Pemberian izin pulang tersebut sudah sesuai prosedur perawatan. "Karena sudah terbukti negatif. Hasil negatif atau dinyatakan sembuh itu per hari ini," ujarnya.

Berty menyatakan pasien yang diperbolehkan pulang terus diminta untuk menjaga kondisi tubuh dengan menjaga imunitas. Pihaknya menyarankan pembuatan testimoni kepada pasien sembuh tersebut untuk memberikan semangat kepada masyarakat.

"Memperkuat imunitas tubuh sangat jelas. Tim informasi akan segera membuat film atau apa semacam testimoni apabila yang bersangkutan bersedia agar dapat memberikan semangat masyarakat," katanya.

Menurutnya masyarakat tetap penting untuk diberikan edukasi dalam rangka penanganan Covid-19 ini. "Diberikan edukasi untuk meningkatkan imunitas dengan hidup sehat, tetap mengikuti imbauan pemerintah membatasi diri berkumpul dan keluar rumah," katanya.