Tekan Pengangguran, Padat Karya Digelar di 65 Titik di Gunungkidul
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul semakin meluas. Selama tiga bulan pertama di 2020 sudah ada 558 kasus, empat korban di antaranya meninggal dunia. Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memprediksi jumlah penderita bakal terus bertambah karena puncak penyebaran masih sampai April mendatang.
Berdasar data Dinkes, pada 2019 jumlah kasus DBD mencapai 576 kasus dengan korban meninggal dunia satu orang. Sementara, untuk triwulan pertama 2020 tepatnya hingga Rabu (25/3/2020) sudah ada 558 kasus dan dengan korban meninggal dunia berjumlah empat orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul, Sumitro, membenarkan adanya lonjakan kasus penyebaran DBD. Hal ini terlihat dari perbandingan kasus di tahun ini dengan yang tercatat di 2019. “Tahun lalu hanya ada satu pasien yang meninggal dunia,” kata Sumitro, Rabu.
Meski ada lonjakan kasus penyebaran, Sumitro mengakui belum ada peningkatan status menjadi darurat maupun waspada. Menurut dia, upaya pencegahan terus dilakukan melalui sosialisasi ke masyarakat sehingga penyebarannya bisa ditekan. “Untuk kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak ada di Wonosari, Patuk dan Karangmojo,” katanya.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan upaya paling efektif untuk pencegahan DBD yakni dengan memberantas sarang nyamuk. Dengan pemutusan siklus ini, maka populasi nyamuk aedes aegypti bisa ditekan sehingga penyebaran bisa ikut berkurang.
“Memang ada fogging, tetapi itu bersifat sementara hanya untuk membunuh nyamuk dewasa. Untuk jentik dan telur nyamuk masih bisa berkembang sehingga tetap menjadi ancaman,” katanya.
Dewi menuturkan, untuk penanggulangan digerakkan program juru pemantau jentik (jumantik). Beberapa tahun lalu di Gunungkidul sempat mengerakkan program satu jumantik di setiap rumah. “Saat ini kami galakkan lagi. Untuk kesuksesan pencegahan masyarakat harus terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto, mengungkapkan penyebaran DBD harus diwaspadai. Di tengah-tengah menyebarnya pandemi Covid-19, upaya pencegahan DBD harus terus digalakkan sehingga jumlah korban tidak terus bertambah. “Untuk sosialisasi bisa dilakukan bersama-sama dengan pencegahan Corona,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Aston Villa mengalahkan Indonesia All Stars 3-1 di Stadion GBK. Emiliano Buendia, Ross Barkley, dan Brian Madjo mencetak gol, sementara Arkhan Kaka membalas unt
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 2 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 2 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 2 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.