Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi. /JIBI-Solopos
Harianjogja.com, JOGJA--Layanan dokumen kependudukan secara online melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS) belum banyak dikenal masyarakat. Akibatnya, banyak warga yang langsung datang ke kecamatan masing-masing untuk mengurus administrasi kependudukan (adminduk).
Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja, Bram Prasetyo, mengatakan sejak terbitnya Surat Edaran Wali Kota Jogja soal pencegahan Covid-19, dinasnya telah mengalihkan pelayanan tatap muka menjadi daring.
Akan tetapi pada pelaksanaannya, ternyata banyak masyarakat yang hendak mengakses layanan di kecamatan tetapi belum familiar dengan JSS, sehingga yang terjadi malah tetap datang ke kantor kecamatan. "Padahal sudah ada JSS, tetapi ternyata belum optimal khususnya untuk adminduk," ucap dia, Kamis (26/3/2020).
Untuk itu dinasnya kini mengalihkan semua pelayanan adminduk baik tingkat kecamatan maupun Disdukcapil melalui Whatsapp yang dilayani petugas di Disdukcapil berlaku mulai Senin (23/3). Menurutnya, pelayanan ini justru lebih cepat ketimbang harus tatap muka.
Kebijakan ini, kata dia, telah disosialisasikan dengan menempel surat pemberitahuan di 14 kecamatan. Dengan begitu ketika ada warga yang hendak mengakses layanan di kecamatan, langsung dialihkan lewat online.
Dia menjelaskan layanan adminduk Disdukcapil Jogja seperti konsolidasi nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) bermasalah bisa diakses melalui Whatsapp, sedangkan pelayanan adminduk kecamatan seperti pembuatan KTP dan KK bisa melalui JSS.
Pelayanan tatap muka hanya pada pengambilan berkas karena perlu menunjukkan dokumen asli. Sementara untuk perekaman KTP ditunda dulu, kecuali untuk kebutuhan mendesak seperti akses layanan kesehatan atau pendaftaran Polri.
“Kami juga telah menarik petugas pelayanan di kecamatan ke Kantor Disdukcapil. Dari personel di 14 kecamatan kami tarik jadi satu titik," ujarnya.
Selain itu di Kantor Disdukcapil, telah diterapkan protokol pencegahan covid-19, diantaranya dengan menyediakan hand sanitizer di pintu depan dan pembatasan tempat duduk pengunjung dengan memberi tanda silang di beberapa bagian.
Salah satu warga Kecamatan Umbulharjo yang datang ke kantor kecamatan untuk mengurus KK mengaku terpaksa datang ke Kantor Kecamatan Umbulharjo lantaran belum tahu mekanisme pengurusan adminduk via daring. “Saya memang pernah dengar ada aplikasi online [JSS]. Tetapi jujur saja, saya belum pernah menggunakannya. Daripada kelamaan, mending saya datang langsung,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.