Stok Darah di DIY Anjlok hingga 80%

Ilustrasi donor darah. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
26 Maret 2020 21:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi virus Corona memengaruhi persediaan kantong darah di wilayah DIY. Penurunan persediaan kantong darah di DIY terjadi hingga 80%.

Ketua Palang Merah Indonesia PMI DIY GBPH Prabukusumo mengatakan kebutuhan darah tentu tidak bisa ditunda. Pasien di rumah sakit yang membutuhkan tranfusi tentu harus juga mendapatkan perhatian.

PMI sudah mengomunikasikan kondisi dan permasalahan stok kantong darah tersebut kepada masing-masing kabupaten/kota di DIY. "Tetapi dengan kondisi saat ini, beberapa kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh lembaga/instansi ada yang dibatalkan. Tentu hal ini sangat berpengaruh dengan stok darah di PMI,” kata Gusti Prabu, Kamis (26/3/2020).

Berdasarkan catatan PMI DIY, penurunan stok darah di masing-masing Unit Donor Darah PMI di tingkat kabupaten/kota beragam. Di PMI Kota Jogja, ketersediaan kantong darah sekitar 50%; PMI Sleman menurun sekitar 60%; PMI Gunungkidul 80%; PMI Bantul 50% dan stok darah di UDD PMI Kulonprogo menurun sekitar 45%. "Padahal donor darah itu aman. Saya berharap sukarelawan donor darah, masyarakat yang sehat dapat mendonorkan darahnya," katanya.

Wakil Ketua Bidang Unit Tranfusi Darah PMI DIY Suryanto menambahkan pandemi Covid-19 memang memengaruhi berbagai kegiatan di masyarakat. Salah satu yang terdampak adalah banyak kegiatan donor darah yang dibatalkan.

Kegiatan donor darah di luar PMI yang biasa dilakukan menggunakan mobil unit hanya mampu memasok 55% stok darah di di PMI Kota Jogja. "Di Sleman memasok sekitar 60 persen, di Gunungkidul sekitar 75 persen, di Bantul 60 persen dan Kulonprogo hanya sekitar 20 persen," katanya.

Pihaknya terus berusaha untuk menambah stok darah dengan berbagai cara. Di antaranya broadcast message ke pendonor darah yang sudah rutin mendonorkan darahnya, membuat grup-grup di media sosial pendonor darah mengingatkan untuk donor darah kembali. Selain itu juga disertai edukasi kepada pendonor darah dan masyarakat bahwa donor darah aman.