Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Foto ilustrasi: Sampel darah untuk pengujian virus corona./ REUTERS
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Wates, dinyatakan positif terjangkit COVID-19. PDP tersebut merupakan bayi berusia empat bulan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami saat dikonfirmasi wartawan membenarkan hal itu. Berdasarkan uji sampel darah oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, yang keluar pada Rabu (25/3/2020), PDP itu dinyatakan positif terjangkit COVID-19.
Lebih lanjut Sri mengatakan, saat ini kondisi PDP tersebut berangsur membaik dan masih dalam perawatan di RSUD Wates. "Alhamdulillah kondisinya membaik, mudah-mudahan dengan daya tahan tubuh pasien, dapat segera sembuh," kata Sri kepada awak media, Kamis (26/3/2020).
Atas hal itu, Sri meminta masyarakat untuk tidak panik. Sebab sebelum dinyatakan positif terpapar corona, PDP tersebut telah terlebih dulu diisolasi di RSUD Wates.
"Pasien ini sudah beberapa hari di RSUD Wates, hanya keluarnya laborat kan baru kemarin sehingga sebetulnya kami sudah menerapkan social distancing juga untuk keluarganya. Keluarganya juga kami pantau dan alhamdulillah patuh untuk mengisolasi diri," terangnya.
Seperti diketahui, bayi PDP berjenis kelamin laki-laki asal Kapanewon Wates itu sebelumnya sempat berpergian dengan orang tuanya ke salah satu kota di Jawa Tengah. Sepulang dari kota tersebut, bayi itu mengalami demam dan sesak nafas sehingga harus dirujuk ke RSUD Wates, pada Selasa (17/3/2020).
Untuk alasan keamanan--mengingat riwayat perjalanan dan gejala sakit yang diderita-- RSUD Wates lantas mengisolasi bayi itu. Bersamaan dengan hal itu, status bayi dinyatakan sebagai PDP, sementara orang tuanya dimasukkan ke dalam kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Sampel darah PDP itu kemudian diperiksa oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta. Pada Rabu (25/3/2020), hasil uji lab itu telah keluar dan PDP tersebut dinyatakan positif terpapar COVID-19.
Merujuk situs Kulonprogo Tanggap Corona (https://kulonprogokab.go.id/corona/) hingga Rabu (25/3) pukul 18.52 WIB, akumulasi jumlah ODP di Kulonprogo yang tercatat sejak temuan pertama pada awal Maret lalu sebanyak 72 orang. Puluhan ODP itu tersebar di seluruh kapanewon.
Galur menjadi Kapanewon terbanyak dengan total 13, disusul Pengasih 12, Girimulyo 10 dan Sentolo 7. Sementara untuk Temon dan Samigaluh masing-masing 6 serta Nanggulan dan Lendah masing-masing 4. Untuk Wates, Panjatan dan Kokap masing-masing 3 dan Kalibawang 1 ODP.
Sedangkan jumlah akumulasi PDP yang tercatat sebanyak lima orang dengan rincian Wates 2, serta Temon, Sentolo dan Pengasih masing-masing 1.
Dari jumlah itu satu PDP asal Wates dinyatakan positif terjangkit COVID-19.
Sedangkan tiga dari lima PDP itu kini masih dalam perawatan dan menunggu hasil uji lab BBTKLPP Yogyakarta. Sementara satu PDP lagi dinyatakan negatif pada Senin (16/3/2020) lalu dan telah diperbolehkan pulang dari RSUD Wates.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian