Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Ilustrasi PNS./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Dalam rangka mengurangi potensi penularan virus Corona lewat social distancing, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menerapkan sistem kerja pegawai fifty-fifty. Dengan sistem ini, pegawai dijadwalkan bergantian masuk kantor setiap hari kerja.
Mekanisme ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Jogja No.061/978/SE/2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19. Dalam SE tersebut, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) mengatur sistem kerja berbasis harian atau berbasis jam.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, mengatakan dalam sistem kerja berbasis harian, pegawai diperkenankan bekerja dari rumah secara bergantian setiap satu hari sekali dengan komposisi 50% dari jumlah pegawai. "Kalau berbasis jam, pegawai tetap masuk setiap hari namun dibagi dalam jam kerja di kantor dan di rumah," ujarnya, Kamis (26/3).
Sistem kerja fifty-fifty tersebut, kata dia, juga berlaku bagi guru dan tenaga kependidikan di sekolah selama siswa belajar di rumah. Sementara lurah, kepala UPT, koordinator unit pelaksana sekolah dan kepala sekolah wajib melaksanakan tugas di kantor sesuai ketentuan jam kerja.
Kepala OPD atau unit kerja bertugas mengatur pembagian kehadiran pegawai dengan mempertimbangkan ketrwakilan pejabat struktural, pegawai yang menggunakan transportasi umum, dan jarak tempuh kantor dari tempat tinggal.
Dia menegaskan dengan pengurangan kehadiran pegawai di kantor ini tidak mengurangi produktifitas dan pelayanan kepada masyarakat. "Pegawai yang bekerja di rumah apabila karena ada kepentingan dinas, maka dia wajib hadir di kantor," kata Wali Kota.
Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja, Baharuddin Kamba, mengimbau pegawai yang bekerja dari rumah agar benar-benar bekerja dan berada di rumah, tidak beraktivitas di luar rumah kecuali sangat perlu. "Diharapkan dengan diterapkannya sistem ini tidak lantas pegawai jadi malas dalam melayani masyarakat. Kalau pegawai yang bekerja di rumah ternyata malah tidak bekerja sebagaimana seharusnya, ia akan menghambat pelayanan," katanya.
Itulah sebabnya perlu ada pengawasan ketat dari Inspektorat Kota Jogja terhadap kebijakan ini. “Untuk memastikan pengurangan kehadiran di kantor dapat berjalan efektif dan tidak disalahgunakan oleh para pegawai,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Pilot Malaysia berinisial MS diduga menerbangkan pesawat ke Indonesia dalam pengaruh narkoba dan menyelundupkan 70.144 butir ekstasi.
Lima film horor Indonesia mendominasi box office 2026. Danur: The Last Chapter memimpin dengan 3,6 juta penonton, disusul Ghost In The Cell dan Alas Roban.
Dua pemuda asal Prambanan, Sleman, ditangkap polisi setelah video mereka mengacungkan celurit di jalan umum viral di media sosial. Motifnya untuk konten dan pen
Indonesia tercatat memiliki biaya naturalisasi tertinggi di Asia Tenggara mencapai Rp75,71 juta. Simak perbandingannya dengan Filipina, Thailand, Singapura, dan
MoonPay meluncurkan PayBox yang memungkinkan ChatGPT dan Claude membantu transaksi kripto, belanja online, hingga pemesanan tiket dengan sistem keamanan berlapi