Pemdes Condongcatur Minta Pemudik Karantina Diri 14 Hari

Pemudik tiba di Terminal Giwangan, Jumat (8/6/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
28 Maret 2020 20:17 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pemerintah Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman meminta pemudik untuk mengisolasi diri selama 14 hari saat memutuskan pulang ke Sleman. Hal itu sebagai upaya memutus penyebaran virus Corona penyebab Covid-19.

Kasi Pelayanan Desa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam mengatakan, pihaknya telah menyebar surat edaran kepada dukuh serta RT RW di Condongcatur untuk memberitahu warganya yang datang dari luar kota.

"Surat edaran ini sudah kami sebar dan meminta dukuh, RW serta RT untuk melaporkan warganya yang datang dari luar kota. Jadi selama satu pekan masyarakat yang sudah datang ke desa ini untuk di data dan kami meminta mereka untuk mengisolasi diri 14 hari," kata Thouvik dikonfirmasi Suarajogja.id, Sabtu (28/3/2020).

Thpuvik memaparkan, langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona yang berpotensi dibawa masyarakat dari wilayah rawan virus.

"Saat ini banyak masyarakat dari dalam desa dan luar desa yang diliburkan dan memilih untuk mudik ke rumah masing-masing. Nah yang datang ini menjadi potensi virus itu menyebar. Sehingga pemerintah desa secara tegas mengambil tindakan itu," kata dia.

Mekanismenya dilakukan dengan pengawasan dari dukuh, RW dan RT. Warga atau pendatang yang datang harus mengisolasi diri selama 14 hari sembari melaporkan ke pihak desa jika ada gejala dari covid-19 yang muncul.

"Desa akan meminta data warga yang datang dari luar daerah ini. Nantinya pengawasan ada di tangan masing-masing dukuh dan masyarakat. Jikapun ada gejala yang menunjukkan penyakit, dukuh atau RT segera melaporkan dan desa segara mengambil tindakan untuk penanganan," kata dia.

Thouvik membeberkan selama surat edaran dibagikan, sudah ada tiga warga pendatang yang melapor. Warga, datang dari Jakarta dan Lombok yang memilih mudik karena aktivitas di tempatnya bekerja diliburkan.

"Satu warga dari Jakarta yang datang sudah 16 hari di rumahnya [Condongcatur]. Hingga kini kondisi warga ini tak menunjukkan gejala apapun. Dua orang yang baru datang sudah melaporkan ke pihak RT dan sudah kami arahkan segaera melakukan pemeriksaan kesehatan," katanya.

Pemberlakuan ini dilaksanakan hingga akhir Mei 2020. Sesuai instruksi pemerintah bahwa darurat Covid-19 diperpanjang hingga 29 Mei 2020.

Disinggung apakah ada jumlah ODP dan PDP di desa setempat, Thouvik mengaku masih melakukan pendataan.

"Jumlah itu memang belum kami kumpulkan, maka dari itu adanya edaran ini akan kami buat datanya untuk menentukan ODP dan PDP yang ada di Condongcatur. Hingga kini warga kami belum ada yang ditemukan positif [Corona]," katanya.

Sumber : Suara.com