PT KAI Daop 6 Yogyakarta Batalkan 122 Perjalanan Kereta

Suasana Stasiun Tugu Yogyakarta, Jogja, Senin (17/6)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
31 Maret 2020 17:17 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-PT KAI Daop 6 Yogyakarta membatalkan 122 perjalanan kereta api (KA). Pembatalan ini merupakan salah satu upaya memutus rantai penularan Virus Corona (Covid-19).

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto mengatakan 122 KA yang dibatalkan terdiri dari KA jarak jauh dan KA Bandara baik ke Yogyakarta International Airport (YIA) dan Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS). Untuk KA jarak jauh yang dibatalkan terdiri dari KA yang berangkat dari Daop 6 dan ada pula KA yang melintas di Daop 6. Untuk diketahui Daop 6 Yogyakarta memiliki beberapa stasiun utama, yaitu Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Solo Balapan, Sragen, Purwosari, Wates dan Solo Jebres.

"Pembatalan 122 perjalanan KA ini mulai 1 April hingga 30 April 2020. Hanya satu bulan," kata dia melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/2020).

Eko menjelaskan selain untuk mencegah penyebaran Covid-19, pembatalan KA juga dilakukan karena kondisi okupansi penumpang yang sangat kecil. Dalam sekali operasi, hanya terisi 10 hingga 15 penumpang.

"Di satu sisi untuk efisiensi. Di sisi lain untuk mencegah penyebaran covid-19. Nanti kalau virus sudah hilang tentu akan operasi lagi. Langkah ini juga sejalan dengan program pemerintah yang mengimbau untuk tidak mudik," kata dia.

Ia menjelaskan PT KAI memfasilitasi pembatalan tiket dengan pengembalian uang 100% untuk periode 23 Maret-29 Mei 2020. Data dari Daop 6, sampai saat ini sudah ada 27.106 tiket yang dibatalkan dan 4.754 tiket yang dijadwalkan ulang.

Ia mengungkapkan meskipun ada 122 perjalanan KA yang dibatalkan, masih ada beberapa KA jarak jauh yang beroperasi. Selain itu KA lokal seperti Prambanan Ekspres (Prameks) tetap beroperasi karena merupakan KA penugasan.

Sebanyak 21 trip KA Prameks tetap beroperasi seperti biasa. Namun, okupansi diatur dari semula 150% menjadi 75%. Dengan begitu semua penumpang bisa duduk dan masih bisa menjaga jarak satu sama lain.

"Tetapi, okupansi Prameks juga turun. Okupansinya rata-rata 20 persen saja," kata dia.