Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Spanduk larangan berkunjung terpasang di muka jalan masuk Desa Wisata Tembi, Dusun Tembi, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Minggu (29/3/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, SLEMAN- Inisiatif masyarakat untuk melakukan lockdown di tiap kampung atau pembatasan akses keluar masuk di beberapa wilayah disebut Koordinator Tim Respons Covid-19 Universitas Gadjah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad sebagai tindakan yang tidak perlu.
Menurutnya, hal itu punya potensi menimbulkan kerumunan massa. "Membuat posko lockdown dan kumpul-kumpul untuk menjaga posko itu tidak perlu, bahkan berisiko karena akhirnya orang berkumpul. Tujuannya memang baik, tapi karena improvisasi sendiri justru bisa meningkatkan risiko," kata pengajar yang akrab disapa dokter Doni ini pada Selasa (31/3/2020).
Ia menyebut masyarakat terlalu mudah menggunakan istilah lockdown. Kondisi ini justru menimbulkan kebingungan di masyarakat yang sewaktu-waktu masih memiliki kewajiban untuk mengakses jalan keluar-masuk kampung.
Kondisi ini juga dikatakannya bisa meningkatkan kecurigaan terhadap orang yang tidak dikenal. "Kecurigaan warga terhadap orang tidak dikenal bisa meningkat. Bila tidak hati-hati bisa berpotensi meningkatkan kekerasan sosial. Ini perlu diwaspadai karena jika sering terjadi seperti ini, situasi menjadi tidak kondusif," jelasnya.
Ia yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM ini merekomendasikan dua hal untuk masyarakat supaya terbebas dari penularan Covid-19, yaitu konsisten melakukan jaga jarak fisik dan cuci tangan dengan sabun di air mengalir. Upaya ini menurutnya tetap menjadi cara yang efektif untuk mencegah penyebaran virus corona.
Sementara itu, untuk pemerintah, ia memaparkan skenario intervensi untuk terus mengimbau social distancing, meningkatkan kapasitas diagnosis dan screening minimal 10 kali lebih besar dari saat ini, peningkatan kapasitas layanan kesehatan, serta perlakuan karantina wilayah di zona merah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Cara menyimpan daging kurban agar tahan hingga 3 bulan. Hindari kesalahan umum seperti mencuci sebelum disimpan.
Sapi kurban Presiden Prabowo seberat 930 kg disembelih di Masjid Raya Klaten dengan teknik gesper, proses cepat dan minim stres.
Rupiah tembus Rp17.800 per dolar AS, Menkeu pastikan APBN tetap aman dan pemerintah siapkan langkah penguatan.
Prancis pertimbangkan gugatan hukum terhadap Israel usai insiden kekerasan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza.
Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar bangun SD Muhammadiyah 2 Sorong yang rawan banjir, perkuat pendidikan di wilayah 3T.