MK Lanjutkan Sidang Uji Materi KUHP Baru, Pasal Presiden hingga Zina
MK menggelar sidang lanjutan uji materi KUHP Baru. Pasal penghinaan presiden hingga pidana zina menjadi sorotan.
Seorang penjual pulsa, melayani pembeli di balik penghalang plastik yang ada di counter pulsa di Jalan Sengkan Raya, Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (2/4/2020)./Suarajogja.id-M Ilham Baktora
Harianjogja.com, SLEMAN - Berbagai cara dilakukan agar seseorang tidak ikut terjangkit Covid-19. Seperti yang dilakukan pemilik toko pulsa di Jalan Sengkan Raya, Condongcatur, Depok, Sleman ini. Ia membatasi etalase counter dengan plastik tebal untuk menjaga jarak ketika transaksi pembeli dan penjual berlangsung.
Salah seorang karyawan counter setempat, Dwi Kurniasari, 30, menuturkan, pemasangan penghalang berbahan plastik itu dilakukan semenjak wabah virus Corona muncul di DIY.
"Sebenarnya yang memasang pemilik counter ini. Dipasangnya sudah dua minggu lalu," kata Dwi ditemui di counter setempat, Kamis (2/4/2020).
Ia menjelaskan, penghalang tersebut dibuat dari peralon plastik sebagai kerangkanya. Selanjutnya plastik tebal ditempel menggunakan lem di sepanjang peralon berukuran 8x1 meter tersebut.
"Plastik yang dipakai memang yang tebal. Karena untuk mengahalangi pembeli ketika mereka sedang batuk atau bersin. Pemasangan sendiri dilakukan agar terhindar dari virus tersebut," katanya.
Menurut pengakuan Dwi, sebelum dipasang alat penghalang tersebut, pihaknya mengaku khawatir ketika bertransaksi langsung dengan pembeli. Terlebih saat pembeli mendekat ke etalase counter.
"Saat ini lebih merasa aman karena pembatasnya dipasang melebihi batas etalase toko. Jadi pembeli yang datang tidak menyentuh kaca yang ada di etalase itu," jelas dia.
Setelah toko pulsa tersebut tutup pihaknya juga membersihkan etalase dan barang-barang yang sempat disentuh pembeli. Hal itu juga sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran covid-19 yang penularannya melalui sentuhan atau kontak anggota tubuh.
Disinggung terkait pendapatan, pihaknya menjelaskan masih banyak masyarakat datang untuk membeli pulsa. Pasalnya di tengah wabah virus ini orang-orang banyak bekerja di dalam rumah dan memanfaatkan pulsa internet.
"Masih banyak pembeli di sini walau kebanyakan warga sekitar. Biasanya mahasiswa juga banyak, tapi sekarang mulai sedikit karena mereka banyak yang pulang juga. Namun untuk usaha pulsa, memang masih stabil untuk saat ini," jelas dia.
Tidak hanya penghalang plastik, counter setempat juga menyediakan hand sanitizer serta air dan sabun untuk pembeli ketika akan dan setelah bertransaksi.
"Ada hand sanitizer yang kami sediakan. Jadi pembeli ini, sebelum memberi uang kami harapkan menggunakan cairan itu untuk mensterilkan tangan. Sehingga hal itu bisa meminimalisasi penyebaran Corona," tambah Dwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
MK menggelar sidang lanjutan uji materi KUHP Baru. Pasal penghinaan presiden hingga pidana zina menjadi sorotan.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.