Pemkot Jogja Sediakan 2 Lokasi Karantina Pendatang

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi ketika mencuci tangan di wastafel portabel di depan pasar Beringharjo, Jogja, Jumat (27/3)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
03 April 2020 12:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja menyiapkan tempat karantina di dua lokasi bagi pendatang yang membutuhkan tempat untuk menjalankan isolasi mandiri.

"Penyediaan tempat karantina ini untuk mengantisipasi pemudik. Ada di dua lokasi yang masing-masing berkapasitas 20 kamar dan 30 kamar," kata Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, Jumat (3/4/2020). 

Setiap pendatang yang masuk ke Kota Jogja diwajibkan melakukan isolasi selama 14 hari.

Heroe mengatakan, tempat karantina yang disediakan di dua lokasi hanya akan digunakan untuk menampung pendatang yang benar-benar membutuhkan tempat isolasi karena masalah seperti tempat tujuannya tidak memiliki ruangan khusus untuk isolasi.

Sepanjang Maret, Heroe menyebut, ada sekitar 550 orang pendatang yang masuk ke Kota Jogja dan sebagian besar menuju rumah keluarga masing-masing sehingga sampai saat ini belum ada masalah dengan kebutuhan tempat isolasi mandiri.

"Masih bisa diterima oleh warga. Pendatang wajib lapor RT/RW dan melakukan isolasi serta melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika tidak mau mengisolasikan diri, maka segera kami tangani untuk isolasi," kata Heroe, yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jogja ini.

Heroe berharap setiap pendatang yang masuk ke Kota Jogja telah menjalani pemeriksaan kesehatan di daerah asal. "Ada pemeriksaan kesehatan di daerah asal. Jika tidak sehat, maka tidak boleh berangkat. Dengan demikian, seluruh pendatang yang masuk ke Yogyakarta berada dalam kondisi sehat. Tentunya, ini akan membantu Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pengawasan dan menangani permasalahan yang muncul saat tiba di daerah tujuan," katanya.

Di beberapa tempat pendatang masuk seperti terminal dan stasiun, Heroe mengatakan, Pemerintah Kota menyiapkan tim untuk memeriksa kondisi kesehatan pendatang secara umum dan mendata daerah asal pendatang atau pemudik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Jogja Agus Sudrajat mengatakan pemerintah sedang mencari lokasi untuk membangun dapur umum guna membantu pemenuhan kebutuhan pangan bagi pendatang yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan tidak memiliki tempat untuk melakukan isolasi mandiri.

"Ada beberapa titik yang kami masukkan sebagai rencana tempat dapur umum. Sedang kami lakukan pendekatan," katanya.

Sumber : Antara