Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Suasana pemakaman guru besar UGM, Prof Iwan Dwiprahasto di Pemakaman Sawitsari UGM, Selasa (24/3/2020). /Ist- Dok Humas UGM
Harianjogja.com, SLEMAN - Setelah meyakinkan masyarakat bahwa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) atau positif Covid-19 aman dimakamkan, dokter ahli forensik dari RSUP Dr. Sardjito, Lipur Ryantiningtyas kembali mengimbau masyarakat untuk tidak perlu datang melayat.
Budaya melayat yang masih lekat di masyarakat Indonesia perlu disikapi berbeda di situasi pandemi Covid-19 yang sedang merebak luas saat ini. Meski begitu, kekhawatiran bukan soal manusia yang masih hidup akan tertular dari virus yang dibawa oleh jenazah, melainkan dari sesama orang yang melayat.
"Melayat itu yang kita takutkan kerumunannya. Kita enggak tahu pelayat itu ODP [orang dalam pemantauan] atau PDP, banyak juga yang carrier [membawa virus]. Itu yang harus dihindari," kata Lipur, Jumat (3/4/2020).
Menurutnya, kegiatan melayat sangat berpotensi menularkan virus antara satu warga dengan lainnya karena setiap orang saling berkumpul dalam jarak dekat. Anjuran pemerintah untuk melakukan jaga jarak fisik akan sulit diterapkan, sehingga Lipur tidak menyarankan kegiatan ini.
"Tapi kalau kita memakamkan [jenazah PDP atau positif Covid-19] itu nggak masalah karena jenazah yang keluar dari kamar jenazah sudah dalam kondisi aman," tegasnya.
Keamanan ini berupa penyemprotan disinfektan berulang kali terhadap tubuh jenazah dan pembungkusan jenazah menggunakan plastik, kain kafan, dan peti yang rapat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.