Ada Kasus Warga Positif Corona, Satu Dusun di Panggungharjo Bantul Dikarantina 14 Hari

Ilustrasi virus Corona. - REUTERS/Dado Ruvic
06 April 2020 16:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Pemerintah Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul memutuskan untuk karantina wilayah di salah satu dusun, di desa setempat. Karantina berlangsung selama dua pekan ke depan.

Karantina wilayah dilakukan karena salah satu warga di dusun tersebut sudah dinyatakan positif terinfeksi Coronavirus Disease atau Covid-19.

“Sudah karantina wilayah terhitung sejak kemarin [Minggu, 5, April 2020] selama 14 hari ke depan,” kata Kepala Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi, saat dihubungi Senin (6/4/2020).

Wahyudi mengatakan data pasien yang positif Covid-19 tersebut sudah menjadi perbincangan di kalangan warganya, maka pihaknya berupaya melakukan langkah-langkah antisipatif, salah satunya melakukan karantina wilayah.

Keputusan karantina wilayah di dua RT dusun itu diputuskan dalam rapat terbatas di rumah ketua RT dusun setempat dan dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat.

Alasannya, kata Wahyudi, warga yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut belum diketahui jelas pernah kontak dengan siapa saja. Pihaknya tidak bisa menelusuri satu persatu warga yang pernah bersinggungan langsung dengan pasien itu, “Maka kami tetapkan [semua warga di dua RT itu] sebagai Orang Dalam Pemantauan,” kata Wahyudi.

Semua akses masuk di dua RT dusun itu ditutup, kecuali hanya satu akses dari arah utara menuju jalan tembusan Ringroad dan Jalan Bantul. Penutupan akses keluar masuk dusun tersebut untuk mengantisipasi penularan virus Corona. Akses masuk tersebut juga dijaga selama 24 jam oleh warga secara bergantian.

Tidak hanya mengkarantina, namun Pemerintah Desa Panggungharjo juga bertanggung jawab memenuhi kebutuhan dasar warga di dua dusun tersebut. “Kebutuhan kecukupan pangan untuk semua warga yang berdomisili di kedua RT tersebut selama dua minggu kedepan dicukupi oleh Pemerintah Desa dengan memberikan paket bahan pokok,” ujar Wahyudi.

Sembako tersebut berupa lima kilogram beras, satu kilogram telur, satu kilogram gula jawa, satu liter minyak goreng, dan gula pasir. Paket berlaku selama satu pekan sehingga tiap kepala keluarga mendapatkan dua paket selama dua pekan.

Untuk mengefektifkan karantina wilayah, Wahyudi juga meminta Polsek Sewon dan Koramil Sewon agar menugaskan anggotanya seperti Bhabinsa maupun Babinkamtibmas supaya karantina wilayah tersebut bisa dijalankan secara maksimal. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta Puskesmas Sewon agar bisa mengajukan permohonan dilakukan rapid test bagi warga di kedua RT tersebut baik warga yang secara langsung ataupun tidak langsung pernah berinteraksi dengan pasien maupun keluarga pasien Covid-19.

“Pemerintah Desa akan mendorong kesadaran warga melakukan monitoring kesehatan harian termasuk sedang menyiapkan konten konten edukasi baik secara medis maupun psikologi untuk membersamai upaya karantina mandiri ini,” ucap Wahyudi yang juga alumnus Farmasi UGM ini.

Sementara Waskita, kepala dusun di dusun yang dikarantina mengatakan karantina wilayah merupakan kesepakatan bersama warga yang difasilitasi pemerintah desa dan kecamatan. Penutupan akses masuk juga dihadiri oleh kepolisian dan TNI. “Sekarang akses keluar masuk diperketat selama 14 hari,” kata dia.

Ia mengklaim warga dari dua RT di dusunnya tersebut juga sepakat menunda semua aktivitas keluar rumah selama dua pekan, terkecuali ada kepentingan yang mendesak dan harus mematuhi protokol kesehatan. Sebagai gantinya warga mendapatkan sembako. Total ada 220 paket sembako yang diberikan. Paket diberikan kepada semua warga di dua RT itu baik warga asli maupun warga pendatang yang ditinggal di lokasi tersebut.

Salat satu ketua RT di dusun yang dikarantina, Surojo menambahkan, total ada empat akses masuk yang ditutup. “Penjagaan dilakukan 24 jam secara bergantian. Sudah ditegasi warga tidak boleh keluar,” ucap Surojo.